Ditulis pada Selasa, 23 Februari 2010 22:23:27 | Dibaca sebanyak : 26 kali Relakanlah? Kok pesimis banget sih? Membaca kalimat judul di atas, salah satu temenku pendiri muslimax, yang hobby memberi kata-kata motivasi ke pada teman-temannya nyeletuk, "Apapun yang tak kau relakan di dunia ini, maka dapatkanlah." Bener juga kata-kata si Imam ini. Namun, bukan keputusasaan yang ingin kusampaikan. Melainkan keikhlasan untuk merelakan apa yang tidak akan pernah atau mungkin belum kita dapatkan. Karena memang kita tidak harus mendapatkan semua yang kita inginkan kok. Ditulis pada Rabu, 9 September 2009 11:12:19 | Dibaca sebanyak : 399 kali Beberapa tahun belakangan, sengketa antara Indonesia dan Malaysia memang sedang memuncak. Masalah-masalah di masa lampau belum selesai, ehh, Malaysia sudah bikin ulah lagi untuk membuat bangsa Indonesia marah. Seakan-akan bangsa kita tidak punya harga diri, dan tak perlu dihormati. Satu persatu kebudayaan milik kita diklaim, pulau-pulau kita dicaploki, orang-orang hebat kita diambil. Sungguh malang benar negeri ini. Kita sebagai generasi muda, apakah yang bisa kita lakukan? Ditulis pada Kamis, 20 Agustus 2009 01:10:20 | Dibaca sebanyak : 268 kali Sebuah teguran dari seorang teman satu kampus di STMIK ProVisi Semarang, yang bernama Pipit - pendiri korkam-provisi.blogspot.com -, yang kira-kira begini: "Rud, koe kok serius men tho saiki, Rud?", kalo dalam bahasa Indonesia: "Rud, kamu kok serius banget sih sekarang?". Deg-deg, hello.., what's wrong? Tak paham aku akan maksud perkataannya ketika pertama kali berjumpa denganku setelah sekian lama tak bersua sewaktu hendak mengurus KRS semester V, halah.
Setelah merenung cukup lama, akhirnya aku mulai mengerti apa yang dimaksudknnya. Mungkin karena akhir-akhir ini aku terlalu banyak menulis status yang lebay di facebook. Yah, sebenarnya sih aku hanya ingin berubah dari seorang pemalas menjadi orang yang sedikit disiplin, orang yang lebih baik. Oleh karenanya, aku sering menulis kata-kata motivasi yang kudapat dari buku-buku yang kubaca, ceramah pak ustad di tv, dlsb ke status facebook, untuk sekadar berbagi semangat yang saat itu sedang berkobar. Hehe, begini ini dampak negatif baca buku-buku motivasi, belum bisa memberi wujud yang nyata, tetapi sudah banyak mengumbar teori. :D
Ditulis pada Minggu, 16 Agustus 2009 10:36:23 | Dibaca sebanyak : 185 kali Loh, setelah halaman 27, kok langsung halaman 30 ya? Pantesan sudah tak baca berkali-kali, sudah tak bolak-balik, kok masih saja gak mudeng. Lha terus, halaman 28 ama 29-nya ke mana nih? Apa dikorupsi ama penerbitnya? Atau mungkin percetakannya? Atau jangan-jangan toko bukunya mengambil satu halaman berbeda di tiap buku dengan judul yang sama, lalu setelah lengkap, terus dijilid sendiri, dan kemudian dijual? Weleh-weleh, dasar manusia, paling pinter kalau berprasangka buruk. Hihihi.
Lalu, ke manakah ku harus mengadu? A. Toko Buku, B. Penerbit Buku, C. Pencetak Buku, ato D. Penulis Buku? Kirim jawaban Anda selambat-lambatnya kemarin ke-tiitt. Dapatkan souvenir menarik atas partisipasi Anda. Halah, paragraf pembuka yang gak penting banget deh. Cap cus ah. Ditulis pada Kamis, 9 juli 2009 19:11:14 | Dibaca sebanyak : 214 kali Kamu punya impian? Apakah kamu termasuk High Quality Dreamer? Atau kamu sang Mr. Action, yang lebih senang mencoba untuk mewujudkan mimpi-mimpinya dengan suatu action, walaupun pada akhirnya gagal? Kalau seorang High Quality Dreamer yang masih mempunyai semangat untuk hidup, dan sadar bahwa dirinya hidup di dunia nyata (bukan dunia mimpi-red), pasti dia akan berteriak dan berkata: "I am Mr. Action!!" Ditulis pada Rabu, 20 Mei 2009 19:36:01 | Dibaca sebanyak : 306 kali Mencatat saat mengikuti kelas memang identik dengan anak SMA. Bahkan waktu zaman SMA-ku dulu, banyak temanku yang sudah malu untuk mencatat ilmu yang diajarkan bapak-ibu guru. 'Kayak anak SMP aja', mungkin begitu komentar anak SMA zaman sekarang. Apalagi kalau seorang mahasiswa sejati, pasti ogah dibilang anak SMA gara-gara mencatat. Namun, konyol rasanya kalau kita enggan mencatat hanya biar dibilang udah gak anak SMA lagi.
Aku hanya ingin sharing aja, betapa pentingnya sebuah catatan dalam kehidupanku, terutama dalam dunia perkuliahanku yang cukup berat, penuh aral merintang dan ujian berat, hayah. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin. Ditulis pada Minggu, 29 Maret 2009 00:14:26 | Dibaca sebanyak : 182 kali
Hari Sabtu, 28 Maret 2009, sebagian besar umat manusia sedunia yang masih peduli akan kelangsungsan bumi tempat kita hidup ini, telah sepakat untuk bersama-sama memadamkan lampu selama 60 menit, yang dikenal dengan Earth Hour. Program ini dilaksanakan mulai pukul 20.30 sampai 21.30 waktu setempat. Apakah kamu telah ikut menyukseskan program ini?
Ditulis pada Rabu, 19 Nopember 2008 00:00:00 | Dibaca sebanyak : 174 kali Buat kamu pengendara motor, berapa kecepatan yang bisa kau capai saat memacu motormu? Lebih dari 100 kph? Di mana? Di jalan yang sepi? Atau di jalanan yang macet? Busyet....!!! Beneran tuh? Hebat euy, bisa ngebut di jalan macet. Tapi udah safety lum?
Ditulis pada Jum'at, 21 Desember 2007 00:00:00 | Dibaca sebanyak : 169 kali Perbuatan baik memang tidak boleh ditunda-tunda. Begitu ada kesempatan, lebih baik langsung aja dilaksanakan. Jangan sampai berakhir menjadi niat baik belaka. Memang sih, kalau perbuatan baik, walau baru niat saja sudah mendapat pahala. Tapi, apa kita akan terus menerus berniat berbuat baik saja!? Apakah kita tidak ingin merealisasikan niat itu, walau hanya sekali saja seumur hidup!? Ditulis pada Jum'at, 14 Desember 2007 00:00:00 | Dibaca sebanyak : 580 kali Hmm, membaca judul artikel ini membuatku geli. Mengalah untuk menang!? Bila dipikir menggunakan akal sehat, mungkin hal ini adalah hal yang mengada-ada. Bagaimana mungkin; jika kita mengalah, maka kita akan bisa menjadi pemenang? Bukankah pemenang adalah orang yang berusaha keras; mengerahkan segenap tenaga, pikiran, dan kemampuan yang dimilikinya untuk menjadi seorang pemenang? Bukankah orang yang mengalah akan menjadi kalah? Lantas apakah yang dimaksud dengan 'Mengalah Untuk Menang' itu? Apakah ini hanya pemilihan judul yang keren aja, supaya artikel ini dibaca? Apakah ada maksud lainnya? |