Relakanlah? Kok pesimis banget sih? Membaca kalimat judul di atas, salah satu temenku pendiri muslimax, yang hobby memberi kata-kata motivasi ke pada teman-temannya nyeletuk, "Apapun yang tak kau relakan di dunia ini, maka dapatkanlah." Bener juga kata-kata si Imam ini. Namun, bukan keputusasaan yang ingin kusampaikan. Melainkan keikhlasan untuk merelakan apa yang tidak akan pernah atau mungkin belum kita dapatkan. Karena memang kita tidak harus mendapatkan semua yang kita inginkan kok.
Sedikit cerita untuk intermezzo. Sebelum punya laptop Compaq cq515, aku menggunakan komputer dengan prosesor pentium mmx, yang clock prosesornya hanya 200 MHz saja, sempat juga memakai pentium III 866 MHz. Saat-saat itu aku selalu berangan-angan, seandainya aku punya komputer yang lebih cepat, mungkin aku akan semakin bersemangat untuk belajar pemrograman dan mungkin sudah ahli dalam bahasa pemrograman php dan vb dot net. Karena, aku akan punya lebih banyak waktu untuk mendalami manual dan tutorial-tutorial pemrograman. Waktuku tidak akan terbuang lagi untuk menunggu proses compiling, interpreting atau apalah namanya itu, hehe.
Tapi apa kenyataannya? Skill pemrogramanku saat ini masih sama saja, sudah kurang lebih 4 tahun bergelut dengan dunia pemrograman, namun belum satupun program yang benar-benar kuselesaikan. Malahan, diriku sekarang jarang mengasah skill pemrogramanku. Banyak waktu yang kuhabiskan untuk hal-hal kurang berguna, seperti bermain game, melihat video, menonton tv, bermain gitar, dan sebagainya. Sungguh menyedihkan.
Cerita lain, sebelum aku bisa koneksi internet dengan mudah, aku harus pergi ke warung internet untuk sekadar mengupdate blog, download program atau ebook, update javascript buat menghias profil friendster (salah satu tempat untuk mengasah skill pemrogramanku). Sekarang, setelah ku bisa berinternetan dengan lebih mudah, bisa dial up di rumah, aku malah jarang update blog ini. Waktu browsing malah kuhabiskan dengan pesbukan, streaming video, download manga dan anime naruto, dan lain sebagainya. Jauh dari pengandaianku sebelum punya modem huawei e160.
Dari beberapa cerita kehidupanku yang kurang menarik di atas, hehe, point apa sih yang ingin kusampaikan? Dalam hidup, kita boleh mempunyai seribu satu mimpi, namun apakah kita mampu untuk mewujudkan semuanya? Kemungkinan besar adalah tidak. Keberhasilan dalam mewujudkan beberapa mimpi saja sudah sesuatu yang membanggakan kok.
Bila kita masih punya mimpi besar yang belum terwujud, atau masih ada sesuatu yang belum kita dapatkan di dunia ini, maka berusaha keras dan berdoalah untuk mencapainya. Bila ternyata hingga batas-batas tertentu kita masih belum bisa mencapainya, maka cobalah untuk mulai meikhlaskannya sementara waktu. Syukurilah segala nikmat yang telah kita dapatkan. Mungkin penyebab tertundanya mimpi kita adalah karena kita belum mensyukuri semua yang telah kita dapatkan.
Percayalah, bila kita menginginkan sesuatu yang baik, belum tentu kita akan mampu menjadi lebih baik saat kita telah memilikinya. Contoh nyatanya ada di awal artikel ini yang ku ambil langsung dari kisahku. Malahan kita seharusnya bersyukur Allah masih menunda kita mendapatkannya.
Karena dengan begitu, kita masih punya tujuan hidup. Kita semakin sadar akan kelemahan kita, sadar akan kekuasaan Allah, dan kita bisa lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Sebab, kebanyakan manusia (termasuk aku saat ini) cenderung ingat kepada Allah ketika dia sedang mengalami kesusahan, sedang akan lupa ketika dalam kejayaan.
Di lain pihak, bila seandainya kita telah mendapatkan semua yang kita inginkan, maka apa lagi yang akan kita cari dalam hidup ini? Jangan sampai kita menjadi mayat hidup, tak punya tujuan. Hidup segan, matipun tak siap. Benar tidak kawan?
Untuk menutup artikel ini, aku ingin berpesan bahwa kita mungkin tidak akan pernah mendapatkan semua yang kita dapatkan. Dan sesungguhnya untuk menjalani hidup ini, kita memang tidak harus mendapatkan semua hal yang kita inginkan tersebut. Tak usah beranggapan Allah itu tidak adil, Allah itu jahat, dan lain sebagainya. Tak usah terlalu berambisi mewujudkan angan-angan kita (dan lebih baik tidak terlalu banyak berangan-angan), sebab nanti bisa gangguan jiwa, hehe. Syukuri dan optimalkan semua yang telah diberikan Allah, maka insyaAllah nikmat kita akan ditambah. Itu adalah janji Allah, dan sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji.
Sekian dan terima kasih. Semoga bermanfaat bagi diriku sendiri dan bagi kita semua. Amin.