Rudy Hartadi Webs beta » Beranda » Tips & Triks » Merawat Harddisk, Menyelamatkan Data

Download

Visitor Tracker

Total Hits: 47547
Online: 5
Today: 5
Month: 774
Unique: 13078
 

Merawat Harddisk, Menyelamatkan Data

Ditulis pada Sabtu, 26 September 2009 22:04:48 | Dibaca sebanyak : 1274 kali

Pernah kehilangan data? Kalau pertanyaan ini ditujukan padaku, maka aku akan menjawab sangat sering sekali. Mulai dari harddisk yang rusak (bad sector atau file system error), tak sengaja me-format partisi, kesalahan dalam me-burning cd secara multi session, ceroboh menghapus file, dan lain sebagainya. Nah, dalam artikel ini, aku akan berbagi beberapa tips untuk mencegah kehilangan data akibat harddisk yang rusak, suatu hal yang telah cukup bersahabat dengan diriku beberapa tahun belakangan ini.

Hindari Hard Shutdown

Hard Shutdown? Apaan tuh? Hehe, maaf, aku kurang tahu kata-kata ini ada atau tidak dalam dunia komputer, tapi sepertinya aku pernah baca tentang Hard Shutdown ini. Intinya, hindari mematikan komputer tanpa melalui ritual log off, shutting down, dan turn off. Jadi, bila ingin mematikan komputer, ya gunakanlah fitur shutdown yang telah disediakan oleh OS (Operating System). Jangan asal tekan tombol power aja. Emang sih, kalau tekan tombol power dijamin bakalan lebih cepat, tapi masak anak gaoel matiin komputer kayak gitu? Xixixi.

Hal lain yang juga perlu diperhatiin adalah listrik mati, kompi not responding aka nge-hang, BSOD (Blue Screen of Death), dan lain sebagainya yang memaksa komputer untuk mati tanpa melalui ritualnya. Untuk kasus listrik mati, mungkin dapat kita akali dengan penggunaan UPS (Uninterupt Power Supply). Btw, emang hard shutdown berpengaruh terhadap kesehatan harddisk? Hmm, kurang tahu juga sih, tapi kalau dipikir, sepertinya berpengaruh. Kapan-kapan kalau sudah ketemu penjelasan yang masuk akal, insya Allah bakal aku share.

Hindari Re-Format yang Tak Perlu

Saat melakukan format, harddisk akan bekerja lebih berat dari kondisi normal. Oleh karenanya, usahakan untuk melakukan format di saat yang benar-benar dibutuhkan saja. Perhitungan ukuran partisi yang tepat sebelum melakukan format adalah cara termudah untuk mengurangi format yang tak perlu. Maka, sebelum me-install operating system dan atau membuat partisi baru di harddisk, tentukan dengan teliti berapa space yang akan digunakan untuk masing-masing partisi. Konon di linux dengan pengelolaan secara LVM (Logical Volume Manager), kita dapat me-resize ukuran suatu partisi tanpa perlu melakukan pemformatan ulang. Canggih ya!!?

Gunakan Aplikasi yang Sesuai dengan Kondisi Kompimu

Ini kebiasaan orang-orang seperti diriku yang bisa dibilang kurang beruntung dalam menghadapi cepatnya perkembangan teknologi. Di era processor core2duo, masih harus puas memakai pentium III. Di saat sudah jamannya ram ddr3, harus rela menggunakan sdram. Sudah trennya dual vga sli atau cross fire, masih rela pakai vga on board. Malang benar nasib pecinta IT seperti ini. Hehehe.

Nah, bila kompimu jadul, maka jangan perkosa dia dengan me-install aplikasi-aplikasi berat yang tak sanggup dijalankan olehnya. Sekilas info, "Memperkosa Komputer" adalah kata-kata dari Pak Adi Wibawa, guru TIK ku di SMA 5 Semarang dulu. Beliau menggunakan kata-kata ini untuk menasehati murid-muridnya yang pada waktu itu terpaksa harus menggunakan kompi Pentium I dan II untuk praktek mapel TIK. "Bersabarlah dalam menggunakan komputer-komputer ini, jangan samakan dengan komputer yang ada di rumahmu, perlakukanlah semanusiawi mungkin, jangan diperkosa." Begitulah kira-kira wanti-wanti Beliau.

Berdasarkan pengamatanku terhadap komputer-komputer "jangkrik" (termasuk komputerku, hehe), bila digunakan untuk menjalankan aplikasi yang cukup berat, maka yang paling kerasa selain lemotnya proses input-output adalah bunyi harddisk yang sepertinya harus ikut kerja keras untuk membantu terselesainya suatu proses. Hehe, maaf, mungkin cukup lebay. Tapi begitulah.

Sabar Dalam Copy-Move-Paste

Alon-alon asal kelakon. Pelan-pelan asal tercapai tujuannya. Yup, jangan tergesa-gesa dalam me-copy-move-paste data ke dalam dan atau ke luar harddisk. Kadang proses copy-move-paste yang seharusnya hanya butuh waktu 1 menit, bisa menjadi 20 menit akibat kebanyakan melakukannya secara bersamaan. Sudah harddisk harus bekerja lebih berat, eh proses copy-move-paste bukannya jadi lebih cepat, malah tambah lama. Hehe. Maka, sebaiknya lakukan satu per satu saja.

Scan dan Defrag Harddisk Secara Rutin

Terutama setelah mengalami hard-shutdown, sangat disarankan untuk me-scan file system (atau lebih dikenal chkdsk di xp dan fsck di linux) harddisk. Kalau pada partisi harddisk ada yang menggunakan file system FAT32, maka otomatis windows akan me-scan partisi tersebut saat start-up. Entah kenapa, kok di file system NTFS malah fitur ini tidak aktif. Hmm, entar deh, aku akan coba baca-baca kembali modul kuliahku, sepertinya dulu aku pernah baca alasannya di salah satu ebook dari pak dosen.

Sedang defragmentasi cukup penting untuk menata ulang blok-blok data di harddisk. Kalau di linux, konon tak butuh defrag, karena manajemen data di linux konon lebih baik daripada di windows. Kalau di linux, antara file yang satu dengan file yang lain terdapat beberapa blok harddisk yang sengaja dikosongkan untuk keperluan pembengkakan file tersebut.

Misal file A menempati blok 1 dan 2, maka file B akan mulai diletakkan pada blok 5. Ke mana blok 3 dan 4? Nah, kedua blok itu digunakan sebagai cadangan untuk keperluan pengeditan file A. Misal suatu saat kita mengedit file A, sehingga kini file A butuh 3 blok di harddisk, maka file A tersebut kini akan menempati blok nomor 1-3. Dengan begini, kecil kemungkinannya untuk terjadi fragmentasi.

Sedang kalau di windows, bila ada file A menempati blok 1-3, maka file B akan langsung menempati blok ke-4. Tidak ada ruang kosong antara file A dan B. Bila kelak kita mengedit file A, sehingga ukurannya membengkak, maka file tersebut akan dipindahkan ke blok kosong lain yang cukup untuk menampung file tersebut. Akibat pemindahan file A ini, maka blok ke 1 hingga 3 kini kosong, dan terjadilah fragmentasi di harddisk. Sampai saat ini, file A dan B masih tersimpan dalam blok yang berurutan. Namun, suatu saat, bila blok kosong berurutan yang tersedia tidak cukup untuk menyimpan sebuah file, maka file tersebut akan dipecah, dan pecahan-pecahan tersebut akan diletakkan di blok-blok yang terpisah satu sama lain, tidak berurutan lagi.

Nah, akibat penyimpanan file yang tidak teratur inilah yang menyebabkan harddisk bekerja keras untuk mengakses sebuah file. Misal file C yang menempati blok 1-3, 9-19, dan blok 25-35, maka head baca harddisk harus mencari potongan-potongan file C tersebut sebanyak 3 kali. Bila sudah terlalu banyak fragmentasi di harddisk, maka alangkah baiknya kita melakukan defragmentasi untuk menata ulang blok-blok data, sehingga setiap file kini dapat menempati blok-blok yang berurutan, sehingga dapat meringankan kerja harddisk karena tidak perlu lagi mencari potongan-potongan data yang tersebar di dalam harddisk.

Cegah Virus Menyebar di Komputer

Virus (malware, spyware, worm, trojan, dll), sesuatu yang sangat akrab dengan pemakai windows. Walaupun masih cukup sedikit virus yang melakukan perusakan langsung secara fisik terhadap harddisk, namun virus yang hanya memperbanyak dirinya pun bisa dibilang cukup mengganggu. Kebanyakan virus berkembang biak dengan cara membuat copyan dirinya di tiap root folder dengan memakai nama folder yang ada dan menyembunyikan folder yang asli. Jadi, yang akan tampak di explorer adalah file virus yang berikon folder. Bila kita mengklik file virus berikon folder tersebut, maka kita akan secara otomatis menjalankan virus tersebut. File virus yang aktif ini mungkin akan me-scan seluruh partisi untuk mencari folder-folder yang belum terinfeksi, baru kemudian akan membukakan folder yang asli.

Bayangkan apabila di dalam harddisk kita terdapat 10 ribu folder, dan sebuah virus berkembang biak di harddisk tersebut dengan cara membuat copyan dirinya terus menerus sejumlah folder yang ada, betapa berat kerja harddisk disebabkan tingkah laku virus ini. Oleh karenanya, sebisa mungkin cegah virus menyebar di komputermu. Langkah paling mudah adalah dengan mematikan autorun dan menggunakan antivirus yang up to date. Artikel berikutnya insya Allah aku akan membahas tips untuk masalah ini lebih mendalam.

Jangan Gunakan Fitur Turn Off Harddisk dan Stand By

Entah benar atau tidak, tapi sepertinya fitur turn off harddisks yang ada di windows cukup berbahaya bagi fisik harddisk. Beberapa kali harddisk komputerku mulai bunyi kretek-kretek setelah menggunakan fitur ini. Bahkan ada yang jadi bad sector sampai gak bisa dipakai lagi. Kurang tahu juga sih, apakah disebabkan fitur ini atau aplikasi yang terlalu berat di komputer jadul. Hehe.

Namun, keadaan serupa juga terjadi di harddisk soulmate baruku compaq cq515 yang baru kubeli. Belum ada seminggu kupakai, eh, sesekali timbul bunyi kretek-kretek di daerah sekitar harddisk, tepatnya di bagian kanan bawah laptop. Wah, gawat nih. Semula ingin komplain ke toko tempat aku membelinya, tapi setelah kupikir-pikir, "sepertinya fitur turn off harddisk dan stand by patut dicurigai nih." Niat hati ingin menghemat baterai, eh, malah harddisknya yang kena. Tak perlu pikir panjang, langsung saja kuubah power management di soulmateku. Dan berikut konfigurasi power scheme yang kini kugunakan di laptopku:

power-options-properties-tab-power-scheme.jpg

Yup, fitur turn off harddisk dan stand by kumatikan. Semula pada tab advanced pada opsi "When I close the lid of my portable computer:" kupilih opsi stand by. Namun, sekarang ku lebih memilih Do nothing. Berikut screen shoot-nya:

power-options-properties-tab-advanced.jpg

Emang apa hubungannya stand by dan harddisk? Hm, karena saat komputer dalam keadaan stand by atau kalau di linux lebih dikenal dengan istilah suspend, maka monitor dan harddisk akan dimatikan, namun sebenarnya komputer tersebut masih hidup. Bisa dibilang, komputer dalam keadaan setengah mati. Jadi, stand by sama dengan turn off monitor ditambah turn off harddisks. Nah, karena adanya turn off harddisks inilah, aku tidak lagi memanfaatkan fitur stand by ini. Btw, masalah ini belum kuketahui secara pasti sih, benar atau tidaknya. Silakan kamu pilih setuju atau tidak dengan pendapatku ini.

Selalu Backup Data ke Media Khusus

Backup data, satu hal penting yang sebenarnya mudah untuk dilakukan, tapi jarang kulakukan. Sudah banyak aku membaca tentang betapa pentingnya backup data. Dan walaupun aku telah terlalu sering kehilangan data, namun tetap saja hal ini belum aku praktekkan secara rutin. Beberapa alasannya adalah manajemen data yang bisa menyita banyak waktu. Tapi memang backup data itu adalah hal yang sangat penting sekali. Aku sangat sarankan untuk melakukannya secara rutin.

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam backup data adalah media yang digunakan untuk menyimpan data backup. Sangat disarankan untuk menggunakan media khusus yang hanya digunakan untuk backup. Jangan campur data asli dengan data backup dalam satu media. Karena sama aja bo'ong dong. Misal, kamu punya harddisk yang cukup besar kapasitasnya. Dalam harddisk tersebut, kamu membuat satu partisi khusus yang digunakan untuk backup data. Nah, kalo suatu saat harddisk tersebut rusak secara fisik, maka data backup yang ada di partisi khusus yang juga ada di harddisk itu juga bakal ikut rusak kan?! Oleh karenanya, sangat disarankan untuk memisahkan media yang digunakan untuk data backup dengan media yang berisi data asli.

Sekian sedikit tips untuk menjaga kesehatan harddisk. Maaf, mungkin beberapa tips memang harus dikaji lebih dalam tentang kevalidannya. Maaf bila kalimatnya agak njlimet, insya Allah akan kuperbaiki lagi bila sudah menemukan rangkaian kata yang indah. Hehe. Semoga bermanfaat!! Terima kasih.

Komentar untuk artikel ini

Abu Faiz pada Senin, 19 Oktober 2009 12:47:47
bagus tu, oh iy kalau had disk bunyi kretek-kretek kenapa ya...? apa itu pertanda mau rusak...?
tolong bantuannya ya...?
rudy-pg pada Senin, 19 Oktober 2009 13:50:30
iya mas biasanya begitu,

tapi kalo kretek-kreteknya stabil,
kemungkinan masih bagus,
kadal pada Minggu, 25 Oktober 2009 21:30:43
bunyi kretek2 itu bunyi rokok kretek heheheee,,,

pastinya hardisk yang baik dan stabil tidak bergetar keras, ketika tidak digunakan tidak berbunyi, dan satu lagi sering2 buka taskmanager liat di performance dan aplication. apakah banyak program ilegal yang berjalan......

wkwkwkwkw,,,,

terimakasih,,,
semoga mas ABU FAIZ tidak lupa membuka



http://fikrafahmaihdina.net

agar bertambah wawasannya,,,,

oke!!!!!!
rudy-pg pada Senin, 18 Januari 2010 17:06:45
iya mas,
terima kasih ya,
M Fakhri Ega pada Sabtu, 31 Oktober 2009 04:07:23
notebook aku esystemnya eror n tidak bisa masuk ke windows atau bios. sedangkan di dalamnya ada dokument penting. tolong dong solusinya.
sebelumnya terima kasih
rudy-pg pada Kamis, 5 Nopember 2009 12:36:02
Diserviskan saja mas, hehe. Terima kasih.
Ande pada Sabtu, 31 Oktober 2009 10:57:55
hardisk aq terformat, partisinya juga ikut, so dokumen2 penting gue hilang. gimana dong tuk menyelamatkannya??? software apa yang pas buat masalah ini?? makasih ya...!!! kalo dah ada kirim donk ke e-mail aq. ni alamatnya; bayopohan@ymail.com.
rudy-pg pada Kamis, 5 Nopember 2009 12:36:02
jangan diutak-atik (diformat-red),
trus, coba direcovery pakai software-software recovery.
dari yang partisi recovery sampai data recovery.
untuk masalah yang ini, aku belum punya referensi software yang bagus,
Semoga membantu. Terima kasih.
Rudy pada Minggu, 8 Nopember 2009 16:00:22
mas hardisk q ko da bunyiA Ky jangkring gt np kira?Pa mgkn bad sector?Solusi nanganiA Gmn?Thanks bwgt bantuanA.
rudy-pg pada Selasa, 17 Nopember 2009 12:41:18
kemungkinan besar mas,
maaf, masalah hardware saya kurang paham,
saran: lebih baik data-data pentingnya mas rudy rajin-rajin dibackup aja.

terima kasih.
ghozaly pada Selasa, 17 Nopember 2009 10:21:20
Mas, saya install notebook CQ515 dengan OS WinXp, tapi sebelumnya saya rubah dulu di setting "device configurasi" yang awalnya enabled SATA AHCI saya rubah menjadi SATA IDE.hal tersebut apakah akan berpengaruh ke performance Laptop ga ya..thx buanyakkkkk
rudy-pg pada Senin, 18 Januari 2010 17:23:02
Windows xp tidak mendukung AHCI mas.
bisa dioprek sih, tapi kemungkinan BSOD (blue screen of death) nya lebih besar ketimbang berhasilnya.

jadi kalau pengen pake windows xp, memang harus diset ke SATA IDE.

pengaruhnya: kita tidak dapat memanfaatkan fitur-fitur dari SATA. Karena harddisk SATA kita akan bekerja sebagai harddisk IDE biasa.

lebih lengkapnya: silakan dibaca di http://www.answers.com/topic/serial-ata?cat=technology.

Terima kasih.
wenses pada Selasa, 15 Desember 2009 07:12:31
mas, saya mau tanya apa yg harus saya lakukan saat laptop saya "ide 0 nya eror"....tolong dibalas ya..ke email saya..tanks..
rudy-pg pada Minggu, 17 Januari 2010 23:11:15
Error gimana mas? Tidak kedetect di bios?
Kalau kedetect di bios, kemungkinan OS nya yang error, silakan diinstall ulang. Kalau tidak kedetek di bios, silakan diserviskan dulu di toko kompi terdekat. Langkah paling cepatnya, silakan beli harddisk baru. Hehe.
Terima kasih
tajul pada Minggu, 10 Januari 2010 13:48:52
msa mau nanya, aku punya hardis 160 giga ata seagite, sering bunyi stuk, knapa ya. aku udah coba install ulang windowsnya malah windos g mua terinstal...minta pencerahanya?
rudy-pg pada Minggu, 17 Januari 2010 22:56:42
Kemungkinan besar sudah mau rusak tuh mas harddisknya. Segera backup data penting.
Trus, coba format lewat kompi lain. Maksudnya, bisa pakai kompi yang sama, tapi bootingnya pakai harddisk yang masih bagus, trus format harddisknya.
Kalau ternyata masih sama saja, coba diservis ke toko kompi dulu.
Dan kalau ternyata masih tetap tidak bisa, silakan anggarkan dana untuk beli harddisk baru. d:

Aku juga pernah mengalami hal yang sama, harddisk kedetect di bios, tapi gak bisa booting. Waktu mau diinstall ulang, ternyata gak kedetect lewat cd instalasi windows.
Trus setelah beli harddisk baru, ternyata harddisk yang 'rusak' tadi masih dalam kondisi cukup bagus untuk digunakan menyimpan data. Entah kenapa kok bisa begitu.
Semoga membantu. Terima kasih.
nasimulfalah pada Selasa, 12 Januari 2010 15:30:27
helep dong boz.. di kantor gw, beberapa komp, kenapa yah hardisk di turn off (file system NTFS, ulah virus kah??
rudy-pg pada Senin, 18 Januari 2010 17:28:52
Lebih detailnya gimana mas? Kalau pas stand by, memang harddisknya dimatikan oleh windows.
Mungking memang disetting begitu di power management? Coba lihat di power options, tab power scheme, seperti pada gambar di artikel ini. Apakah setting turn off harddisk diaktifkan?
Maaf kalau kurang membantu.
Iwan Dj pada Rabu, 13 Januari 2010 15:24:06
Hardisk saya WG 80 GB rusak, tidak terdetect sama sekali oleh sistem, kayaknya mother boardnya yang kena. Apakah bisa bantu atau dapat informasi dimana tempat motherboard hardisk WD tersebut ?
terima kasih
rudy-pg pada Sabtu, 16 Januari 2010 11:20:51
Biasanya pada toko komputer yang jual barang-barang second ada mas.
Maaf, kurang bisa memberi rekomendasi tokonya.
Terima kasih.
raflin pada Kamis, 21 Januari 2010 14:26:52
data sy dihardisk tidak bisa dibuka baik word maupun excel kl dibuka muncul tulisan document may be read-only or encrypted. Bagaimana cara membukanya? Terima kasih.
rudy-pg pada Sabtu, 23 Januari 2010 23:29:40
Bisa tolong kirimkan contoh filenya? Terima kasih.
dyosha pada Jum'at, 22 Januari 2010 15:09:57
bagaimana cara menyembunyikan hard disk yang langkahnya ada log off??
rudy-pg pada Sabtu, 23 Januari 2010 23:33:22
Maaf, saya kurang tahu mengenai cara yang dimaksud.
Kalau mau menyembunyikan harddisk atau partisi pada harddisk, kita bisa menggunakan Disk Management yang bisa diakses lewat Control Panel >> Administrative Tools >> Computer Management.
Caranya, kita pilih partisi yang ingin disembunyikan, lalu klik kanan pilih "Change Drive Letter and Paths...", kemudian hapus semua drive letter yang ada.

Cara lainnya, kita bisa menggunakan regedit.
Caranya, buat DWORD value bernama "NoDrives" pada HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, trus beri nilai 1 untuk menyembunyikan drive A, 2 : untuk drive B, 4 : C, 8 : D, 16 : E, dst.
Untuk cara yang ini, kita harus log off atau restart windows agar dapat bekerja.

Semoga membantu. Terima kasih.
antok pada Senin, 25 Januari 2010 14:33:06
mass help me hdd saya sata 80 gb saya partisi jadi 3 saya menggunakan ide sata to usb cable untuk koneksinya tpi tiba2 salah satu paetisi ga bisa di bua di propertis kapasitas terpakei bner tpi pas di klik drive na kosong udah show hidden file te2p ga muncul gmn mas cara nyelamtein datanya ato ngembilakn seperti semula trims
rudy-pg pada Senin, 8 Februari 2010 14:27:42
Mungkin itu karena windowsnya kurang baik mendeteksi hardware. Flashdisk juga kadang-kadang gitu. Biasanya yang saya lakukan adalah mencopot flashdisk, trus mencolokkannya lagi. Kalau di port usb yang satu masih tidak kedetect, dicoba port yang lain. Terima kasih.
Ayit pada Selasa, 9 Februari 2010 08:37:17
assalamualaikum...
Om harddisk Ku bunyi, clett,clett
ky gitu sekali dua kali doank sih,,,
BOOTING Lama,
Akibat mati lampu mendadak kemarin malam, BANGKE PLN
aq pada Rabu, 10 Februari 2010 10:38:46
sya mau install ulang laptop q, hardisk udh ke deteck di bios tpi pas partisi, hardisk ke tecknya kosong.... gimana yach caranya....
tolong dibantu yachh,...
Waluyo pada Sabtu, 13 Februari 2010 05:06:58
Assalamu\'alaikum...
Terima kasih, beberapa atas beberapa ilmu yang diberikan melalui situs panjenengan saya bertambah beberapa ilmunya semoga bermanfaat.
kemudian permasalahan yang kami alami sekarang pada komputer saya tiba-tiba komputer tidak bisa dibuka dan dan muncul perintah membuka dengan menggunakan Password padahal seingat saya tidak pernah menggunakan password bagaimana langkah menyelamatkan data penting tersebut dan rencananya data tersebut akan saya pindah ke hardisk yang lain karena hardisk tersebut juga terlalu kecil kapasitasnya, maka saya mohon mas Rudy ikut memberikan solusi tersebut cara mengatasinya. terima kasih atas bantuannya
rudy-pg pada Senin, 15 Februari 2010 22:35:58
Wa\'alaikum salam.
Kalau hanya ingin menyelamatkan datanya, itu cukup mudah.
Tinggal ambil harddisknya, trus sambungkan ke kompi baru. Bisa pakai kompi yang sama, tapi bootingnya lewat harddisk atau sistem lain, misal bila satu harddisk dibuat dual booting.
Alternatif lainnya, kita dapat menggunakan enclosure atau sata/ide to usb, dengan cara ini, harddisk akan dianggap layaknya sebuah removable disk, seperti flashdisk.
Semoga membantu. Terima kasih.
acep pada Senin, 22 Februari 2010 07:40:01
ass.maf nie saya mau anya hardisk saya kena petir,,terus yang rusak katanya sih 1 blok yang ada buat jemper, SCS sama power konektor...itu saya g tahu namanya apa lah....pokonya 1blok itu harus diganti...kalo mau selamatkan datanya .....apkah ada laternatif lain untuk bisa selamatkan datanya .....tolong bantuannya ....kalou pun harus di ganti apakah harus berjalan normal....trimaksaih mohon bantuannya....kirim jawabannya k FB saya or imail saya acep_dong@ymail.com....Trimakasihh banyak....wasssalamualaikum
Ian pada Kamis, 4 Maret 2010 09:01:20
mas...saya mau tanya...cara menyelamatkan data pada windows yang sudah rusak...bagaimana caranya ya mas ??? sblumnya thanks mas..
Kirim Komentar
Nama :
Website/E-mail :
Komentar :
Sisa Karakter:
 

Recent Comments

juliyati: coba jelaskan apa yang dimaksud dengan: - kode mor...
feri f silaen: tolong pak saya butuh program dari c untuk membuat...
dea nugraha: bos bagaimana cara penghitungan subnet apabila kit...
khys: ...maturnuwun
tersesat: woiiiiiiiiiiiiiii..kq ra dibales,po wes mati kowe....
Phutra: Mas,,, kan aku mau install tema di hp e63 ku,,, ke...
aby: Mas, kalau misal aku ada file trace referer di htt...
Ayik: bagaimana cara buka sandi MMC di Nokia 6300
qorry: Ka, saya mau nanya nii.. aku kan pake Nokia E63 ya...
ullyx: Mas tlg dong knp dihpku 5320 express musik bisa me...