2 Minggu Setelah Menempati Akuarium Baru

Tak terasa ikan louhanku ini telah kupelihara hampir 2 tahun sejak 18 Januari 2010. Ikan yang sangat "unbelievable", menurutku. Ikan yang bisa dibilang sempat kusia-siakan, justru malah masih bertahan, sedang 3 ekor ikan louhan dan 1 parrot lainnya yang lebih kuistimewakan justru sudah tiada.

Survive

Berbagai penyakit khas louhan seperti: jamur putih, kepala berlubang, mata berselaput, hingga yang paling parah, usus terjungkalai, semua sudah pernah dialaminya. Dan ajaibnya, semua penyakit itu alhamdulillah bisa sembuh dengan sendirinya, tanpa obat (sengaja tidak diberi obat, karena kapok, ikan malah mati. Mungkin overdosis pemberian obatnya. Hehe), cukup ganti air ditambah heater. Sudah sering pasrah ketika ikan ini sakit. Namun, semangat hidup ikan ini memang harus diacungi jempol. Sekali lagi, Unbelievable!!

Butuh Akuarium Baru

Setelah hampir 2 tahun menempati akuarium ukuran 40x25x25, dan karena satu dan lain hal sempat juga beberapa kali kutaruh di bagian filter samping (tidak dipakai untuk media filter karena ribet membersihkannya, aku lebih memilih pakai top filter box) dengan ukuran 23x15x40 dari akuarium 75x45x40 yang saat ini untuk memelihara maskoki, alhamdulillah usaha yang kesekian kalinya untuk meminta izin kepada ibu untuk membeli akuarium yang lebih besar untuk si louhan ini akhirnya dibolehkan juga. Yuhui… Thanks mom.

Tak perlu tunggu waktu lama, segera aku tentukan ukuran akuarium yang pas untuk ditaruh di samping akuarium maskokiku. Pengennya beli yang besar sekalian sih, biar ukuran louhannya bisa maksimal alias jumbo. Namun, setelah dipikir-pikir, ruangan sempit, bila ditambah akuarium yang besar, pasti tambah sumpek. Ditambah harga pasti juga mahal, plus pasti butuh air yang lebih banyak. Hehe, langsung kebayang waktu ganti air pasti butuh tenaga ekstra. Disertai berbagai pertimbangan lain, akhirnya ketemulah ukuran dimensi akuarium yang akan kubeli.

Lika-Liku Membeli Akuarium

Mengantongi ukuran maksimal akuarium, berangkatlah aku berputar-putar keliling kampung di sekitar rumahku, siapa tahu ada toko yang jual akuarium, maklum terkendala transportasi. Karena sudah pasrah tak kutemukan juga, akhirnya aku menuju ke pasar ikan Jurnatan Semarang, dengan rencana transportasi akan menggunakan becak.

Setelah mampir ke beberapa toko, tanya sana-sini, akhirnya ada 2 akuarium dari 2 toko berbeda yang ku taksir. Karena bimbang, akhirnya ku putuskan untuk melihat sekali lagi kedua akuarium tersebut, agar lebih mudah membandingkannya. Setiba di toko pertama, ketika sedang asyik melihat kembali detail akuarium, terucap kalimat-kalimat yang tak enak didengar dari sang pemilik toko (mentang-mentang aku bartampang orang susah, hiks T.T). Hikmah: being nice is very important!!

Karena sakit hati, alhasil, pilihan langsung jatuh ke akuarium kedua. Tak perlu pikir-pikir lagi, setibanya di toko kedua, langsung kubeli akuarium yang tadi sudah kuincar. Dan akhirnya tepat pada tanggal 24 Oktober 2011, terbelilah akuarium untuk si louhan ini dengan ukuran 60x40x40 seharga 95rb saja.

Time to Go Home

Syukur alhamdulillah, sang penjual di toko yang jualan utamanya adalah ikan cupang ini baik sekali, peduli terhadap masalah konsumennya. Daripada repot memakai becak, ia mampu meyakinkanku untuk mengangkut sendiri akuarium ini di jog belakang motor saja. Dengan tangan dinginnya, akuarium yang cukup besar itu bisa dikemas sedemikian rupa sehingga muat di jog belakang motorku. Karena kelihatannya cukup aman, ya sudahlah kuikuti saran darinya. Thanks berat mas (lupa tanya namanya)!!

Burst of Happiness

Setelah kurang lebih 2 minggu (video diambil tanggal 8/11/11) menempati tempat barunya, ikan louhanku sekarang mau diajak bermain. Mungkin itu bentuk ungkapan kebahagiaannya menempati akuarium yang lebih layak. Hehe, maafkan aku ya teman, setelah hampir 2 tahun, baru sekarang dapat membuatmu senang. Akupun ikut senang bisa melihatmu berenang bebas ke sana-ke mari tanpa perlu takut terhalang kaca.

Aha, kalau kamu memelihara louhan dan frustasi bagaimana cara melatihnya agar mau mengejar tangan kita, coba tempatkan ikan louhanmu di akuarium yang cukup besar tanpa dicampur dengan ikan lain, trus puasakan 1-2 hari, dan latih memberi makan sambil pancing gerak-gerakkan tangan di depan akuarium agar dikejar oleh si louhan. Paling tidak, cara ini cukup berhasil pada ikanku. smile

Oya, kira-kira diberi nama siapa ya? Hmm, entahlah, menunggu wangsit dulu. Jadi berharap-harap semoga beberapa bulan ke depan kepalamu (ikan louhanku) bisa nonong dan warna tubuhmu menjadi cerah (haha. Ngimpi). Amin.

Hartadi

I’m a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply