Do What You Love, Love What You Do, and Ask What (the Best) To Do

Dalam mencari pekerjaan, sering kita mendengar nasehat Do What You Love, yang maknanya (kurang lebih) lakukan apa yang kau sukai maka engkau tidak akan pernah merasa bosan dalam bekerja. Bila ternyata tidak bisa, maka nasehat berikutnya adalah Try to Love What You Do, yaitu: cobalah mencintai apapun pekerjaanmu saat ini.

Nah, setelah kita berhasil mengerjakan apa yang sesuai dengan passion kita, serta telah mampu mencintai apa yang kita kerjakan, adakah yang perlu kita lakukan lagi? Jawabannya adalah Ya, masih ada satu hal lagi yang sebaiknya juga kita lakukan, yaitu: Ask What (the Best) To Do.

Sudah pernahkah Anda bertanya kepada Sang Maha Perencana mengenai pekerjaan apa yang sebaiknya Anda lakukan agar Anda mampu memberikan manfaat yang lebih besar kepada lebih banyak orang? Bila belum, maka marilah kita mulai bertanya kepada-Nya.

Meminta Petunjuk kepada Sang Pemberi Petunjuk

Sholat istikhoroh, bisa menjadi salah satu cara untuk meminta petunjuk dari-Nya. Dan menurut pak guru, petunjuk itu tidak harus selalu lewat mimpi, bisa juga melalui kemantapan hati untuk mengerjakan sesuatu, dipertemukan dengan para guru kehidupan yang mampu menambah pemahaman kita akan arti kehidupan, dan lain sebagainya. Wallahualam.

Contoh Kasus

Mari kita renungkan sejenak satu contoh berikut. Bila kita saat ini sangat mencintai dunia musik dan kita bisa bermain musik, serta mempunyai kesempatan untuk berkarya di dunia musik, pasti pilihan kita dalam mencari rezeki adalah dengan menjadi seorang musisi atau pekerjaan lain yang berhubungan dengan dunia musik.

Namun, bagaimanakah bila Sang Maha Mengetahui ternyata telah memberikan kita takdir menjadi seorang programmer agar dapat memberikan lebih banyak manfaat kepada lebih banyak orang? Manakah yang akan kita pilih? Menjadi musisi, namun hanya mampu mengerahkan potensi manfaat kita sebanyak 70%, atau menjadi seorang programmer dengan prosentasi potensi kemanfaatan kemampuan kita sebesar 100%? Pasti kita cenderung lebih memilih yang 100%. Betul?! bigsmile

Ketika Hasrat Tak Mampu Dibendung

Bersambung dulu ya… tongue

Hartadi

I’m a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply