Manfaat Lain Skripsi Dari Kaca Mata Programmer (Gadungan)

Skripsi telah menjadi sosok menyeramkan bagi mahasiswa tingkat akhir. Ini juga menjadi salah satu penyebab hadirnya mahasiswa abadi di tiap kampus. Hehe. Nah, daripada pusing mengerjakan skripsi terus, mari kita refreshing sejenak dengan membaca artikel ini. Dalam artikel ini, aku akan menuliskan beberapa manfaat lain dari skripsi yang diambil dari sudut pandang seorang programmer gadungan. Jenis skripsi yang kubahas adalah yang merancang/membuat aplikasi/software.

Mengutamakan Kemanfaatan Bukan Asal Membuat

Ini pelajaran yang dapat diambil dari Latar Belakang skripsi. Apa masalah yang akan diatasi? Seberapa perlukah kita membuat suatu aplikasi untuk mengatasi masalah tersebut? Apakah dengan aplikasi yang ditawarkan bisa mengatasi masalah tersebut? Apakah untuk mengatasi masalah tersebut harus dibuat aplikasi? Itu beberapa pertanyaan yang bisa digunakan untuk mendasari (dan cukup sering ditanyakan) penelitian/skripsi yang menghasilkan aplikasi.

Membuat aplikasi itu sebaiknya tidak hanya didasari karena kita ingin membuatnya saja. Namun, alangkah baiknya juga didasari dari suatu permasalahan. Percuma kan, kalau membuat aplikasi ternyata setelah didistribusikan gak ada yang memakai?

Tapi bukan berarti tidak boleh juga sih. Untuk tetap mengasah kemampuan, sebaiknya kita juga tetap mengeksplorasi hal-hal baru. Sebagai contoh, untuk saat ini membuat aplikasi client untuk twitter mungkin hanya membuang-buang waktu, karena sudah terlalu banyak. Bila fitur yang ditawarkan sama, bisa dipastikan, pasti yang menggunakan aplikasi hanya pembuat aplikasi tersebut, yah untung-untungnya ditambah orang terdekat saja. Hehe.

Namun, meski begitu, pengetahuan mengenai twitter cukup layak untuk dijadikan investasi, siapa tahu di masa yang akan datang, ada ide lain untuk membuat aplikasi twitter yang wow, yang beda dari yang lain, yang super, yang istimewa.

Intinya kita harus dapat menentukan prioritas antara berlatih pemrograman untuk mengasah dan menambah skill dengan mengerjakan apa yang menjadi tanggung jawab kita. Haduh, bingung ngetiknya, ya pokoknya begitulah. Hehe.

Berpendapat Dengan Benar serta Menggunakan Sumber yang Valid

Ketika menyusun Landasan Teori, kita diharuskan mencari dan menggunakan sumber yang benar-benar valid dan ilmiah. Yang di antara kriterianya yaitu: harus berasal dari tulisan-tulisan ilmiah (jurnal, proceding, skripsi, thesis, disertasi), buku, ebook, dan tidak berasal dari blog atau tulisan-tulisan seperti di wikipedia, yang kevalidannya diragukan karena dapat ditulis oleh setiap orang.

Begitu juga ketika kita akan membuat aplikasi atau ketika hendak menawarkan sebuah solusi kepada konsumen, sumber-sumber data yang mendukung perlunya pembuatan aplikasi juga harus valid. Misal bila menawarkan aplikasi berbasis mobile kepada calon konsumen, maka data yang mendukung seberapa perlunya penggunaan aplikasi tersebut untuk mendukung bisnis konsumen harus valid. Contohnya data pendukung mengenai berapa persen pengguna internet yang menggunakan perangkat mobile, harus diambil dari sumber yang relevan, seperti dari data statistik penyedia internet.

Belajar & Memahami Pentingnya Metode Pengembangan Sistem

Awal-awal belajar pemrograman, aku sering menganggap membuat diagram uml, dokumentasi lengkap tentang sistem, dan hal teknis lainnya itu membuang waktu. Namun, ternyata banyak manfaat dari kegiatan-kegiatan tersebut, terutama bila kita akan bekerja sebagai tim. Di antara manfaatnya adalah kesamaan persepsi mengenai sistem, lebih mudah memahami cara kerja aplikasi apabila harus memperbaiki bug di masa yang akan datang, menghindari perombakan kode keseluruhan karena tidak direncanakan terlebih dahulu.

Belajar Mempresentasikan Aplikasi

Hasil penelitian akan dituliskan pada bab Pembahasan dan Hasil. Nah, kali ini kita dapat belajar bagaimana membuat user manual yang baik dan benar, serta dokumentasi lengkap mengenai aplikasi/sistem yang dibuat. Selain itu, ketika ujian skripsi, kita akan diminta untuk mendemokan sekaligus menerangkan fitur-fitur aplikasi yang telah dibuat. Bila kita dapat menarasikan dengan ‘wow’, kemungkinan besar, nilai skripsi kita bagus. Lawannya, bila kita memresentasikannya dengan biasa saja, meski hasil penelitian kita sudah bagus, bisa jadi hasil akhir yang diharapkan tidak maksim/p>

Begitu juga dalam membuat aplikasi. Sebagus apapun aplikasi yang kita buat, bila tak didukung dengan cara penawaran yang baik, bisa jadi tak laku. Dengan adanya skripsi, paling tidak kita pernah merasakan bagaimana memresentasikan aplikasi yang telah kita buat meski hanya sekali. Hehe.

Kesimpulan dan Saran

Dari bab terakhir, kita bisa belajar bagaimana menerangkan pokok bahasan penelitian kita dalam beberapa poin, serta saran bagi peneliti lain mengenai hal-hal yang bisa dilakukan apabila ingin mengembangkan penelitian kita.

Kalau sebagai programmer (baca: developer), kita dapat mengambil pelajaran bagaimana cara merangkum fitur-fitur unggulan aplikasi kita dalam kalimat-kalimat pendek, serta mencatat perencanaan untuk pengembangan aplikasi ke depan.

Kepanjangan

Itulah beberapa manfaat lain dari pengerjaan skripsi dari sudut pandang seorang programmer (gadungan). Maaf, kalau bingung dalam membacanya, karena penulisannya ngalor-ngidul yang menyebabkan tulisan ini menjadi panjang x lebar. Semoga dapat memberikan sedikit motivasi bagi yang sedang mengerjakan skripsi. Terima kasih.

Hartadi

I’m a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply