Upgrade Processor Laptop, Bisakah?

Teman-teman pasti pernah bertanya-tanya, bisa gak ya upgrade processor laptop? Dan jawabannya adalah…. bisa. Kalau upgrade vga dedicated-nya, bisakah? Sayang sekali tidak bisa, karena chip vga laptop ternyata nempel (disolder) ke motherboard langsung. Paling tidak ini kondisi di laptopku Acer E1-451G. Mungkin di laptop teman-teman berbeda. Makanya sekali-kali beranikan diri untuk membongkar laptop sendiri. ;D

Ngapain Upgrade Processor?

Alasan utamanya adalah karena windows updatenya nakal, udah dibilangin jangan update driver vga, malah ngeyel diupdate terus. Hasilnya ya laptopku sering bluescreen deh, gara-gara driver vganya gak compatible. Gak asik kan, pas lagi kerja, eh tiba-tiba bluescreen, trus restart, lanjut windows recovery yang lamanya minta ampun, hiks. Tapi syukurnya, proses windows recoverynya selalu sukses, jadi gak perlu install ulang windows, cukup meng-hidden update driver di windows update lagi.

Karena yang tidak kompatibel adalah vga onboard dari processor, maka aku terpikir untuk mengupgrade procesornya. Siapa tahu vga onboard dari procesor keluaran tahun yang lebih baru masih kompatibel dengan driver terbaru dari AMD. Setelah googling, ketemu info kalau AMD A8-4500m kompatible dengan AMD A10-5750m. Dan konon ada yang sudah berhasil mengupgrade CPU laptopnya dari A8-4500m ke A10-5750m. Lha kok kebetulan sekali ya?

Tokopedia Jual AMD A10-5750m

Agak sedikit nekat, langsung cari yang jual prosesor itu, dan ketemulah di Tokopedia, bekas copotan laptop Asus x550dp seharga 600rb. Emang kalau jodoh gak lari ke mana mrgreen . Setelah barang sampai, langsung kupasang dan nyalakan laptop. Hasilnya…. deg-deg… Kok bootingnya lama sekali? Owh mungkin efek ganti hardware, dan ternyata satu keping ram-nya belum terpasang sempurna. Setelah dibenarkan, dan nyalakan kali kedua, proses booting lancar!! Fiuh… oops

Manfaat Upgrade Processor

Bisa mengaktifkan TurboCore, jadi performa CPU bisa maksimal. Sewaktu menggunakan processor AMD A8-4500m, aku membatasi speed processor jadi 1,7 Ghz saja. Seharusnya processor ini bisa bekerja pada range speed 1,9 Ghz (normal) sampai 2,8 Ghz (TurboCore). Karena laptopku sering mati mendadak gara-gara overheat, makanya fitur TurboCore ini kumatikan dengan cara membatasi speed processor jadi 1,7 Ghz. Sekarang laptopku bisa bekerja hingga speed 3,1 Ghz. Ngeeng….

Yang pasti sekarang sudah ayem, gak dipusingkan lagi ama bluescreen gara-gara keusilan windows update. Sudah dua bulan berlalu, dan belum mengalami laptop overheat maupun bluescreen. Alhamdulillah tak sia-sia kenekatanku kali ini. Bagaimana teman-teman, berminat untuk upgrade processor laptop kamu? smile

Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Hartadi

I’m a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply