Teka-Teki Angular 2

Setahun ke belakang aku terus belajar tentang angular 2 dan ionic 2. Sudah banyak project sample yang kudownload, kulakukan npm install, trus npm start/ionic serve, kucoba mengikuti step-by-step tutorial, akhirnya mentok juga, selalu saja ada error-error yang gak jelas, dan sudah berusaha diutak-atik tetap error. Ini baru step instalasi dan konfigurasi awal lho, belum sampai tahap koding membuat aplikasinya. Rasanya pengen gebuk siluman macan putih pakai tongkatnya Sun Go Kong. twisted

Angular-CLI

Untungnya kemarin waktu nyoba belajar lagi, nemu tool yang namanya Angular-CLI, kasarannya semacam command-comand yang bisa diketik di cmd untuk membantu me-generate project Angular 2. Buat Project baru cukup ng new <namaproject>, menjalankan server local cukup ng serve, build aplikasi cukup ng build –prod.

Yah sejauh ini cukup membantulah, semua berjalan lancar, tak perlu konfigurasi yang ribet, pokoknya kerangka dasarnya sudah jadi, bisa langsung koding membuat sistem. Owh ya, Angular-CLI terbaru sudah memakai webpack, dan kabar gembiranya, semua sudah jalan out of the box, gak usah pusing mikir konfigurasi/integrasi. Amazing. heart

File Project Angular 2

Satu lagi yang menjadi teka-teki bagiku ketika belajar AngularJS: filenya banyak banget ya? Ketika kita meng-init project AngularJS, kita menjalankan command npm install, ini bertujuan untuk menambahkan modul-modul yang diperlukan untuk menjalankan aplikasi berbasis AngularJS. Nah, ketika membuka folder node_modules, aku tercengang, lha kok buanyak (sizenya juga guedhe) buanget gini ya? Laravel aja kalah nih. lol

Angular 2 - Node Modules Folder

Kemudian timbul pertanyaan lagi, ini kan pas develop selalu pakai server lokal yang dijalankan melalui command ng serve, lha kalau diupload ke web hosting bisa gak ya? Trus, ini pakai node_modules, perintah-perintah npm yang identik dengan node.js, berarti kalau mau dipublish ke internet harus install node server? Berarti harus pakai VPS, gak bisa pakai shared hosting? Tuing-tuing… question

ng build –prod

Untung saja semua pertanyaan itu terjawab ketika menjalankan perintah ng build –prod yang me-compile/bundle file project Angular 2 menjadi file-file javascript dan disimpan di folder dist. File-file inilah yang perlu kita upload ke web hosting. Tak perlu pusing dengan guedhenya folder node_modules, tak perlu bingung dengan perintah npm, tak perlu risau dengan node.js lagi. cool

Angular 2 - Distribution Folder

Di folder dist ada file berekstensi .map (mapping) dan .gz (kompres), dua tipe file ini tidak wajib diupload.

Sekian sekelumit teka-teki tentang Angular 2, semoga juga bisa menjawab pertanyaan teman-teman ketika memulai belajar framework Angular 2. Sampai jumpai di artikel berikutnya.

Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!