Masalah Penelitian

Masalah penelitian itu bisa diambil dari masalah sehari-hari. Namun, masalah sehari-hari itu belum tentu layak untuk diangkat menjadi masalah penelitian. Meski pada kehidupan nyata suatu masalah itu memang sangat penting, bisa jadi ketika diangkat ke penelitian menjadi permasalahan yang biasa saja.

Atau, bisa jadi suatu masalah yang sebenarnya kurang begitu penting, bila diutarakan dengan kata-kata yang pas, dapat berubah menjadi sesuatu yang sangat-sangat penting. Izinkan saya meminjam vocal bang Armand Maulana sejenak, Bingung… Bingung… Ku memikirkannya.

Mulai Dari Masalah, Bukan Dari Aplikasi

Biasanya, bila penelitian yang diawali dari ingin membuat aplikasi, atau aplikasinya sudah ada, maka permasalahan-permasalahan yang timbul malah akan berkesan sedikit dipaksakan. Oleh karena itu, perlu berhati-hati dalam menyusun kalimat di latar belakang ketika kita hendak melakukan penelitian seperti ini, agar tidak menimbulkan kesan permasalahan yang dipaksakan.

Lain cerita dengan penelitian yang bermula dari sebuah permasalahan lebih dahulu. Biasanya solusi-solusi yang ditawarkan lewat aplikasi atau sistem yang dibuat akan lebih sesuai dengan permasalahan.

Prinsip “So What Gitu Loh?!"

Seberapa penting sih masalah yang kita ajukan? Apa memang harus dibuat suatu sistem (informasi) untuk mengatasi masalah tersebut? Apa bukti-bukti yang dapat meyakinkan kalau masalah yang kita angkat benar-benar penting? Apakah solusi yang kita tawarkan nantinya benar-benar bisa menyelesaikan masalah yang ada?

Aha, this is the ultimate key to make your Latar Belakang so powerfull. Wualah, ngomong opo sih ya’? Hehe. Intinya, gunakanlah prinsip “So What Gitu Loh?!” (dipopulerkan oleh Bu Shinta) ketika merangkai kalimat latar belakang. Kalau ada masalah A dan ingin diselesaikan dengan cara B, lalu kenapa? Kalau aplikasi yang dibuat mempunyai fitur-fitur yang “wah”, lalu kenapa?

Pastikan, seberapa penting masalah kita, mengapa harus diselesaikan dengan cara ini, apa manfaat bagi pihak-pihak terkait, dlsb sudah termuat komplit, terangkai secara apik, runut, sambung-menyambung dari paragraf pertama hingga akhir.

Syalala…

Begitulah beberapa teori-teori yang kudapatkan dari kampus STMIK ProVisi. Bagaimana? Semakin bingungkah merumuskan permasalahan untuk penelitianmu? Sama. Hihihi. Memang kalau hanya berteori itu jauh lebih mudah, ya teman?! bigsmile

Semoga bermanfaat. Amin.

Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Hartadi

I’m a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply