Cara Mudah Membuat Droplet LEMP di DigitalOcean

Setelah berhasil menambah metode pembayaran di DigitalOcean, sekarang waktunya kita me-create Droplet, alias setting VPS di DigitalOcean. Pada step-by-step kali ini, kita akan memakai setting LEMP, alias Linux Nginx MySQL PHP. Eh, tapi kalau kamu lebih suka pakai LAMP (Linux Apache MySQL PHP), gak usah khawatir, step-by-stepnya sama kok. Hihihi.

1. Generate SSH Public Key

Eits, langkah pertama serem amat ya? Hehehe, tenang, ini demi kemudahan kita meremote droplet kita nantinya. Kita akan memakai tool Git Bash yang merupakan bagian dari Git for Windows.

  1. Run Git Bash, dan ketik ssh-keygen.
  2. Muncul perintah “Enter file in which to save the key“, tekan enter saja.
  3. Lalu muncul perintah “Enter passphrase“, ketikkan passphrase/password untuk ssh key kita (terserah).
  4. Ulangi passphrase ketika muncul perintah “Enter same passphrase again“.

Berikut cuplikan adegannya:

Create-Droplet-DigitalOcean-Generate-SSH-Public-Key

Setelah berhasil, kita akan mendapatkan 2 buah file, yaitu: id_rsa dan id_rsa.pub di folder .ssh, seperti berikut:

Create-Droplet-DigitalOcean-Generate-SSH-Public-Key-Result

2. Tambah SSH Public Key ke Account DigitalOcean

Buka file id_rsa.pub dengan notepad, dan copy text baris pertama,

Create-Droplet-DigitalOcean-Generate-SSH-Public-Key-id-rsa-pub

Buka halaman Setting Security DigitalOcean,

Create-Droplet-DigitalOcean-Tambah-SSH-Public-Key-ke-Akun-DigitalOcean

Klik tombol Add SSH Key, dan pastekan text dari file id_rsa.pub, dan beri nama terserah untuk identifikasi, misal aku menggunakan nama komputer,

Create-Droplet-DigitalOcean-Tambah-SSH-Public-Key-ke-Akun-DigitalOcean2

Untuk lebih jelas tentang step 1 & 2 bisa dibaca di How To Use SSH Keys with DigitalOcean Droplets.

3. Create Droplet LEMP

Setelah setting awal sudah selesai, kita langsung create Droplet yuk. Caranya klik tombol Create, pilih Droplets, atau ke halaman https://cloud.digitalocean.com/droplets/new.

Create-Droplet-DigitalOcean-Create-Droplet

Pada bagian Choose an image, pilih tab One-click apps, dan pilih LEMP on 16.04 (atau LAMP on 16.04 bila mau pakai Apache),

Create-Droplet-DigitalOcean-One-Click-Apps-LEMP

Lanjut ke bagian Choose a size, pilih droplet yang paling murah, yaitu: $5 per bulan (tapi terserah kamu deng),

Create-Droplet-DigitalOcean-Choose-Size

Bagian Choose a datacenter region, pilih Singapore (ini juga terserah),

Bagian Select additional options, ini opsional sih, jadi terserah kamu aja, tongue

Bagian Add your SSH keys, ini penting, centang SSH Key yang telah kita tambahkan di step 1 & 2 di atas,

Bagian terakhir (akhirnya… fiuh), Finalize and Create, pilih 1 droplet saja (eh terserah deh), dan kasih nama deh dropletnya, tinggal klik tombol Create.

Create-Droplet-DigitalOcean-Data-Center-SSH-Key-Hostname

Tereret… Teret… Inilah hasilnya teman-teman. Gimana, mudah ya?

Create-Droplet-DigitalOcean-Finish

4. Tes Akses Droplet Pakai Alamat IP Publik

Seperti biasa, kita tes pakai alamat IP Publik Dropletnya. Eh.. Eh.. Eh.. Kok yang tampil bukan gambar ikan hiu kayak artikel kemarin? Hehe, iya teman-teman, yang ini sudah aku setting untuk menjalankan laravel dengan penuh perdjoeangan, setelah berulang kali trial-error akhirnya berhasil juga. Step-by-stepnya menyusul ya (kalau ingat).

Create-Droplet-DigitalOcean-Test-Akses-Droplet-Pakai-IP-Publik

5. Tes Remote Droplet Pakai SSH

Karena VPS DigitalOcean tidak ada cPanelnya, maka untuk mengelola VPS bisa kita lakukan dengan cara remote ke droplet via SSH. Karena kita sudah setting di langkah 1 & 2, maka kita bisa langsung konek ke droplet pakai Git Bash.

  1. Run Git Bash, dan ketik ssh root@ipaddress,
  2. Muncul perintah Enter passphrase for key, ketikkan passphrase yang kita set pada langkah 1 & 2.
  3. Kalau berhasil, maka akan muncul pesan welcome dari ubuntu dan console akan berubah jadi root@hostname:~#

Create-Droplet-DigitalOcean-Test-Remote-via-SSH

Oke, sampai sini dulu tutorial kali ini. Tutorial berikutnya, kita akan mesetting SFTP pakai FileZilla untuk upload file, setting remote MySQL pakai Navicat, dan tentu saja upload Laravel dong.

Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Hartadi

I'm a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.