Gak Perlu Ikut Bimbel

Semakin menua, aku semakin merasakan betapa berharganya mengelola tiap rupiah. Bersyukurlah kalian yang diamanahi kelebihan rezeki oleh-Nya. Bersyukurlah kita yang dicukupkan rezeki oleh-Nya.

Ngomong-ngomong soal uang, aku teringat cerita penuh makna dari bu Rahayu, guru BP/BK sewaktu aku kelas 1 sma dulu. Singkat cerita, anak Beliau meminta untuk ikut bimbel demi mematangkan persiapan menghadapi ujian nasional. Dan jawaban Beliau kurang lebih:

Kalau kamu belajar di sekolah bayar spp 100ribu nilaimu 70, lalu kamu maksa minta ikut bimbel yang harus bayar 100ribu lagi, yang berarti mama harus bayar spp double, apakah kamu yakin bisa dapet nilai 140?

Haha, ibunya pelit nih, pikirku waktu itu. tongue

Bimbel? Nggak? Bimbel? Nggak?

Waktu berlalu, akhirnya tiba giliranku dihantui rasa takut akan ujian nasional. Satu per satu teman-teman mulai mendaftar bimbel, ada yang ambil paket belajar 6 bulan sebelum UN, 3 bulan sebelum UN, ada pula yang ambil program kelas VVIP (pokoknya yang paling mahal).

Dan yang membuatku semakin dilema adalah bukan hanya murid yang biasa-biasa saja (seperti aku) yang ikut bimbel, ternyata murid yang sudah dalam kategori pintar pun juga ada yang ikut bimbel. Buset dah.

Cukup Belajar Sama Bapak & Ibu Guru

Alhamdulillah, beberapa bulan sebelum UN, diadakan jam tambahan khusus mata pelajaran UN. Tidak ada materi baru, hanya pembahasan ulang materi-materi sulit/belum dipahami dan latihan soal-soal UN tahun-tahun sebelumnya.

Gak Bimbel Tetep Bisa Lulus Kok

Belajar dari Bapak & Ibu Guru sebenarnya sudah sangat cukup kok untuk menghadapi Ujian Nasional. Meski mereka tidak punya rumus-rumus canggih kayak di bimbel, namun pengalaman mereka mengajarkan penyelesaian soal dengan rumus-rumus standard tak perlu diragukan. Dan percaya deh, ada kepuasan tersendiri ketika kamu bisa lulus tanpa ikut bimbel yang mahal. Alhamdulillah.

Terima kasih bu Yayuk, ceritamu di waktu itu telah menginspirasiku untuk menyampaikannya kepada anak-anakku kelak (calon bapak pelit nih twisted ). Ngomong-ngomong soal anak…. ya Allah, nikah, ya Allah. lol

Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Hartadi

I'm a Passionate Programmer ;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.