Belajar Adab Tidur: Cara Sederhana agar Tidur Kita Bernilai Ibadah

Hari ini saya belajar tentang adab tidur. Jujur, selama ini saya menganggap tidur sebagai aktivitas “mati gaya” — tinggal rebahan, pejamkan mata, selesai. Padahal tidur menghabiskan sepertiga dari hidup kita. Kalau cara kita tidur tidak pernah diperhatikan, berarti sepertiga hidup kita lewat begitu saja tanpa nilai. Ternyata Rasulullah ﷺ mengajarkan adab-adab tidur yang membuat aktivitas ini bisa bernilai ibadah. Catatan ini saya rangkum dari kajian Ustadz Abdullah Zaen tentang adab tidur (10 Adab Harian) dan artikel Rumaysho tentang adab islami sebelum tidur. Berikut poin-poin yang paling berkesan buat saya.

Kenapa adab tidur itu penting?

Karena tidur bukan sekadar istirahat fisik, tapi juga momen kita menyerahkan diri kepada Allah. Dalam doa sebelum tidur, kita mengakui bahwa tidur itu seperti “mati kecil” — kita tidak tahu apa yang terjadi pada diri kita sampai bangun lagi. Karena itu, seorang muslim menutup harinya dengan dzikir dan doa, memohon perlindungan Allah semalaman. Yang menarik, semua adab ini sederhana dan tidak butuh waktu lama, tapi efeknya luar biasa: tidur kita dijaga, hati tenang, dan yang tadinya aktivitas biasa berubah menjadi ibadah.

Adab sebelum tidur yang saya catat

Pertama, berwudhu sebelum tidur lalu berbaring miring ke kanan. Dari Al-Bara’ bin ‘Azib, Nabi ﷺ bersabda: “Jika kamu mendatangi tempat tidurmu, maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). Ibnul Qayyim menjelaskan, tidur miring ke kanan dianjurkan agar kita tidak kesusahan bangun untuk shalat malam, dan lebih baik bagi jantung. Saya jadi paham kenapa dulu sering diajari tidur miring kanan — ternyata ini sunnah yang punya hikmah.

Kedua, membaca dzikir-dzikir sebelum tidur. Yang dicontohkan Nabi ﷺ: mengumpulkan kedua telapak tangan, meniupnya sambil membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu mengusapkannya ke kepala, wajah, dan tubuh yang terjangkau — diulang tiga kali (HR. Bukhari no. 5017). Selain itu, membaca Ayat Kursi. Dari Abu Hurairah, Nabi ﷺ bersabda bahwa siapa yang membaca Ayat Kursi saat hendak tidur, “maka akan senantiasa ada penjaga dari Allah dan setan tidak akan mendekatinya sampai pagi” (HR. Bukhari no. 3275). Lalu ditutup dengan doa: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا — “Bismikallahumma amuutu wa ahyaa” (Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup) (HR. Bukhari no. 6324).

Doa bangun tidur dan adab menghindari begadang

Saat bangun tidur pun ada doanya: الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ — “Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur” (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya tempat kembali) (HR. Bukhari no. 6324). Bayangkan, tidur dianggap sebagai “mati kecil”, lalu bangun pagi adalah “hidup lagi” — jadi setiap pagi kita sebenarnya sedang diberi umur baru. Masya Allah, makin saya renungkan makin merinding.

Poin yang paling menampar saya: Nabi ﷺ membenci begadang tanpa kepentingan. Dari Abu Barzah, “Rasulullah ﷺ membenci tidur sebelum shalat Isya dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari no. 568). Umar bin Khattab bahkan pernah memukul orang yang begadang setelah Isya sambil berkata, “Apakah kalian begadang di awal malam, lalu di akhir malam tertidur lelap?!” Saya langsung muhasabah — berapa malam yang saya habiskan hanya untuk scroll ponsel sampai larut, padahal waktu itu seharusnya bisa dipakai untuk shalat malam atau setidaknya istirahat yang berkah.

Refleksi saya

Malam ini saya berniat memulai: wudhu sebelum tidur, berbaring miring kanan, membaca tiga surat perlindungan, Ayat Kursi, dan doa sebelum tidur. Perubahannya kecil, tapi kalau istiqamah, sepertiga hidup saya tidak lagi terbuang sia-sia — malah jadi ladang pahala. Semoga Allah mudahkan kita semua untuk mengamalkan sunnah-sunnah sederhana ini. Kalau saya ada salah dalam catatan ini, mohon dikoreksi; saya masih belajar.

Belajar Adab Makan: Cara Sederhana agar Makan Kita Penuh Berkah

Hari ini saya belajar tentang adab makan. Jujur, selama ini saya mengira makan itu urusan “teknis” saja — yang penting kenyang dan enak. Ternyata anggapan saya salah. Dalam Islam, cara kita makan bisa menjadi ibadah yang bernilai pahala, bahkan bisa mendatangkan keberkahan. Catatan ini saya rangkum dari kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri tentang adab di awal makan, kajian Ustadz Abdullah Zaen tentang adab makan dan minum, serta artikel Rumaysho tentang adab makan yang penuh barokah. Saya tulis di sini poin-poin yang paling berkesan buat saya.

Kenapa adab makan itu penting?

Alasannya sederhana: makan adalah kebutuhan yang kita lakukan setiap hari, bahkan berkali-kali dalam sehari. Kalau setiap kali makan kita melakukannya dengan cara yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, otomatis kita mengumpulkan pahala tanpa harus menambah aktivitas apa pun. Sebaliknya, kalau kita makan seenaknya, setan pun ikut “makan” bersama kita. Dari Hudzaifah, Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebut nama Allah padanya” (HR. Muslim no. 2017). Na’udzubillah, saya tidak mau makanan saya dimakan setan, jadi poin ini langsung saya catat baik-baik.

Adab-adab makan yang saya catat

Pertama, membaca bismillah sebelum makan. Ini adab paling utama di awal makan, sebagaimana judul kajian Ustadz Nuzul Dzikri. Kalau lupa membacanya di awal, kita bisa mengucapkan: Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu — “dengan nama Allah pada awal dan akhirnya”. Kedua, makan dengan tangan kanan. Nabi ﷺ bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum, minumlah dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kirinya pula” (HR. Muslim no. 2020). Saya baru sadar, ternyata sering sekali saya makan pakai tangan kiri tanpa sadar — mulai sekarang harus pelan-pelan dibiasakan.

Ketiga, makan dari yang ada di hadapan kita, bukan mengambil bagian orang lain. Ini nasihat Nabi ﷺ kepada Umar bin Abi Salamah: “Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di hadapanmu” (HR. Bukhari no. 5376). Keempat, kalau makan bersama dalam satu wadah, ambil dari pinggir, bukan dari tengah, karena barokah itu turun di tengah-tengah makanan. Kelima, jangan mencela makanan. Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali; kalau beliau menyukainya, beliau memakannya, dan kalau tidak menyukainya, beliau meninggalkannya begitu saja (HR. Bukhari no. 5409).

Ada juga yang membuat saya tersentuh: adab mengambil suapan yang jatuh. Kalau ada makanan jatuh, ambil kembali, buang bagian yang kotor, lalu makan — jangan dibiarkan untuk setan. Dan setelah selesai makan, jangan langsung pergi begitu saja. Ucapkan hamdalah, atau doa yang diajarkan Nabi ﷺ: Alhamdulillaahilladzii ath’amani haadzaa wa rozaqoniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwah — “Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan merizkikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku”. Barangsiapa membacanya, diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Tirmidzi no. 3458, hasan).

Refleksi saya

Belajar hal ini membuat saya malu sekaligus bersemangat. Malu, karena selama ini banyak yang belum saya lakukan — sering lupa bismillah, kadang mencela masakan orang, bahkan makan sambil main HP. Bersemangat, karena perbaikannya ternyata sederhana dan bisa dimulai dari makan berikutnya. Tidak perlu langsung sempurna, yang penting pelan-pelan dan istiqomah. Semoga catatan kecil ini bermanfaat, dan semoga kita semua dimudahkan untuk mengamalkan sunnah-sunnah kecil ini. Kalau nanti saya dapat ilmu baru lagi, insya Allah saya catat lagi di sini.

Berita Coding & AI Terbaru (3 Agustus 2026)

Kumpulan berita coding & AI paling menarik minggu ini (3 Agustus 2026). Ada yang relevan banget buat yang punya GPU kecil kayak saya 😄

1. AirLLM: Inference LLM 70B di GPU 4GB

Proyek open source yang menarik perhatian komunitas: AirLLM memungkinkan inference model 70B hanya dengan satu GPU 4GB — menggunakan teknik layer-wise offloading. Buat yang punya laptop gaming dengan VRAM terbatas, ini kabar bagus. Model sebesar itu biasanya butuh 40GB+ VRAM, tapi dengan offload per-layer ke RAM, jadi bisa jalan walau pelan.

🔗 github.com/lyogavin/airllm

2. MiniMax H3: Open Weights + Audio + Video 2K di ComfyUI

ComfyUI merilis dukungan day-0 untuk MiniMax H3 — model multimodal open weights yang bisa generate audio native dan video resolusi 2K. Buat pecinta AI generatif, ini langkah besar: model semacam ini biasanya closed-source dan mahal, tapi MiniMax merilis bobotnya terbuka.

🔗 blog.comfy.org — MiniMax H3 Day-0 Support in ComfyUI

3. OpenAI: 10 Kemajuan di Matematika & Ilmu Komputer Teoretis

OpenAI mempublikasikan sepuluh kemajuan riset di bidang matematika dan theoretical computer science yang didorong model AI mereka. Menarik untuk diikuti siapa saja yang tertarik sejauh mana LLM bisa membantu riset fundamental, bukan cuma coding atau menulis.

🔗 openai.com — Ten advances in mathematics

4. LLMs Reward Expertise

Esai menarik dari Sean Goedecke: LLM justru “menghargai” keahlian — semakin paham domain kamu, semakin berguna hasil LLM-nya. Berlawanan dengan anggapan “AI bikin skill jadi tidak penting”, esai ini berargumen bahwa yang paling diuntungkan adalah yang sudah ahli. Wajib baca buat yang khawatir AI menggantikan developer.

🔗 seangoedecke.com — LLMs reward expertise

5. Devtools Harus Open Source

Postingan blog exe.dev yang viral di Hacker News: developer tools harus open source. Argumennya sederhana — tool yang dipakai developer untuk membangun perangkat lunak seharusnya bisa diaudit dan dimodifikasi. Diskusi 180+ komentar di HN, menarik buat dibaca dua sisi argumennya.

🔗 blog.exe.dev — Devtools must be open source

6. SQLite: CVE Kritis atau LLM Slop?

Peneliti JFrog membedah klaim “SQLite punya CVE kritis” yang ramai — dan menyimpulkan sebagian besar hype-nya tidak akurat. Kasus menarik soal bagaimana laporan keamanan bisa dibesar-besarkan (atau disebut “LLM slop”) di era berita otomatis. Penting buat yang suka membaca berita keamanan dengan kritis.

🔗 research.jfrog.com — SQLite Critical CVEs or LLM Slop?

7. Vibe Coding: AWS Dukung Superblocks

TechCrunch mengangkat bagaimana AWS membantu startup Superblocks, platform yang fokus pada vibe coding — membangun aplikasi dengan instruksi bahasa natural. Implikasinya besar: cloud provider mulai serius mengakomodasi tren “coding tanpa coding”.

🔗 techcrunch.com — AWS and Superblocks

Itu dia 7 berita pilihan minggu ini. Yang paling saya tunggu follow-up-nya: AirLLM — kalau benar bisa jalan di GPU 4GB, laptop saya (RTX 3050) bisa ikut mainan model 70B 😄

Sampai jumpa di catatan berikutnya!

Cara Mengatasi ‘Call to a member function getQuery() on null’ Pada Laravel

Saat meload data & relasi menggunakan Eloquent, terjadi error ‘Call to a member function getQuery() on null’. Hal ini disebabkan karena pada fungsi relasi di model eloquent tidak ada return hasil. Berikut contohnya:

public function kunjungan()
{
    $this->belongsTo(Kunjungan::class, "kunjungan_id");
}

Seharusnya fungsi relasi tersebut seperti ini:

public function kunjungan()
{
    return $this->belongsTo(Kunjungan::class, "kunjungan_id");
}

Semoga Bermanfaat, Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Cara Mengatasi Domain Lokal yang kadang-kadang lemot di Firefox

Untuk lokal developmen, aku menggunakan laragon, dan menggunakan domain xxx.local. Entah kenapa, terkadang response timenya lemot lebih dari 2 detik. Setelah dicari penyebabnya, ternyata gara-gara DNS Resolution xxx.local ke alamat localhost yang menghabiskan waktu sekitar 4 detik.

Solusi : ganti domain .local jadi .mx

Setelah mencari jawaban ke-sana ke-mari, akhirnya ketemu solusinya, yaitu dengan mengganti domain laragon dari xxx.local ke xxx.mx.

Hasilnya

Setelah memakai domain xxx.mx DNS Resolution-nya sudah menjadi 0ms (semula 4s)

Semoga Bermanfaat, Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Cara Mengatasi Masalah Flatpickr pada Modal Bootstrap

Ketika flatpickr digunakan di modal bootstrap, ternyata fungsi dropdown bulan, dan input tahun ataupun jam, menit tidak berfungsi. Hal ini disebabkan oleh efek dari bootstrap yang menghandle event focus. Cara mengatasinya cukup mudah, yaitu tinggal tambahkan data-bs-focus=”false”.

<div class="modal fade" data-bs-focus="false">
     <div class="modal-dialog">
          <div class="modal-content">
               <div class="modal-header">
               ...
               </div>
               <div class="modal-body">
               ...
               </div>
          </div>
     </div>
</div>

Semoga bermanfaat. Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!

Cara Setting SweetAlert2 untuk Modal Konfirmasi Hapus Data

Berikut cara menggunakan SweetAlert2 untuk Modal Konfirmasi Hapus Data

swal.fire({title: "Konfirmasi", text: "Yakin hapus data?", icon: "warning", showCancelButton: true})
    .then(result => {
         if (result.isConfirmed) {
            alert("deleted");
         }
    });

Semoga Bermanfaat!! Tetap Sehat, Tetap Semangat, agar dapat Tetap dalam Perdjoeangan!!