Dividend investing adalah strategi memilih saham yang rutin membagikan dividen sehingga portofolio menghasilkan arus kas pasif tanpa harus menjual saham. Hari ini saya belajar cara memilih emiten penyedia dividen yang konsisten, menghitung dividend yield secara sederhana, memahami pajak final 10 persen dan tathhir, serta menimbang reinvestasi versus menjadikan dividen sebagai penghasilan tetap. Selama ini saya mengenal saham sebagai instrumen pertumbuhan: beli, tunggu nilainya naik, jual. Ternyata ada jalur lain yang tidak kalah menarik, yaitu membeli saham justru untuk tidak pernah menjualnya, melainkan untuk mengumpulkan dividen secara berkala. Strategi ini sering disebut dividend investing. Bagi investor muslim, saham-saham di Daftar Efek Syariah justru punya rekam jejak yang menarik di bidang ini, karena banyak emiten berbasis bisnis riil seperti perbankan syariah, energi, dan barang konsumsi yang konsisten membagikan laba. Catatan belajar ini saya susun untuk memahami logikanya dari awal, bukan untuk mengejar angka imbal hasil tertinggi.
Belajar Saham Syariah #25: Dividend Investing Syariah — Membangun Penghasilan Pasif dari Dividen Lanjutkan membacaBelajar Cyber Security #29: AI & Cybersecurity — Deepfake Phishing dan SOC Copilot
Di episode #28 kemarin saya membahas aturan main: UU ITE, GDPR, sampai sertifikasi keamanan. Hari ini saya ingin balik ke sisi teknisnya, karena satu hal yang paling terasa saat ini: AI bukan cuma membantu pertahanan, tapi juga mempermudah penyerang. Ini catatan belajar saya soal bagaimana AI mengubah lanskap serangan dan di sisi mana AI paling membantu saya sebagai programmer.
Belajar Cyber Security #29: AI & Cybersecurity — Deepfake Phishing dan SOC Copilot Lanjutkan membacaBelajar AI #52: Memilih Model dengan Tenang — Arena, Benchmark Publik, dan Eval Sendiri
Memilih model LLM itu terasa seperti memilih framework di proyek baru: penuh benchmark, klaim “terbaik di kelasnya”, dan perbandingan yang berubah tiap bulan. Di catatan ini saya mencoba menyusun cara saya memilih model dengan tenang — bukan panik mengikuti papan peringkat, tapi menimbang tiga sumber sekaligus: Arena (dulu Chatbot Arena), benchmark publik, dan eval buatan sendiri. Saya juga mencatat tanda-tanda benchmark yang curiga, plus langkah praktis saat akhirnya harus memilih provider.
Belajar AI #52: Memilih Model dengan Tenang — Arena, Benchmark Publik, dan Eval Sendiri Lanjutkan membaca
Komentar Terbaru