Hari ini saya belajar tentang adab minum dalam Islam. Selama ini saya hanya tahu “baca bismillah sebelum minum” — ternyata ada cukup banyak adab lain yang saya sendiri belum praktikkan. Catatan ini saya rangkum dari beberapa hadits shahih yang membahas tata cara minum menurut Rasulullah ﷺ. Semoga bermanfaat untuk saya pribadi dan siapa saja yang membacanya.
Membaca Bismillah Sebelum Minum
Adab pertama dan paling mendasar: mengucapkan bismillah sebelum mulai minum. Ini berlaku sama seperti sebelum makan. Dalam hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah salah seorang di antara kalian minum dengan tangan kiri, karena setan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 5236)
Syaitan akan menjauhi makanan dan minuman yang dibacakan bismillah sebelum dikonsumsi. Jadi, setiap kali mau minum — entah air putih, teh, atau kopi — ucapkan “bismillah” dulu. Sederhana, tapi bernilai ibadah.
Minum dengan Tangan Kanan, Bukan Kiri
Selain membaca bismillah, Rasulullah ﷺ juga menganjurkan untuk minum dengan tangan kanan. Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma,
“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaklah dia makan dengan tangan kanannya; dan apabila minum, hendaklah minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 5233)
Tangan kanan dalam Islam identik dengan kebaikan, sedangkan tangan kiri ditinggalkan untuk keperluan yang kurang bersih. Menggunakan tangan kanan saat minum adalah bentuk simbolis memilih kebaikan dalam setiap tegukan.
Minum Sambil Duduk, Bukan Berdiri
Salah satu adab yang mungkin paling sering kita langgar: minum sambil berdiri. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum dengan berdiri; jika lupa hendaklah ia memuntahkannya.” (HR. Muslim)
Perintah “memuntahkannya” ini cukup tegas — menunjukkan betapa pentingnya adab ini di sisi Rasulullah ﷺ. Minum sambil duduk memberikan ketenangan dan menunjukkan sikap tawadhu’ di hadapan Allah. Meskipun ada riwayat yang menyebutkan Nabi ﷺ pernah minum sambil berdiri, para ulama menjelaskan bahwa perkataan beliau lebih didahulukan daripada perbuatan beliau dalam hal ini.
Tiga Tegukan, Bernafas di Luar Gelas
Ini mungkin adab minum yang paling unik: minum secara bertahap dalam tiga tegukan, dengan bernafas di luar gelas di antara tegukan. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian minum, janganlah bernafas di dalam wadah minumannya.” (HR. Muslim no. 5458)
Dalam riwayat lain dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya dengan begini (minum tiga tegukan dengan bernafas di luar) dahaga lebih hilang, lebih sehat, dan lebih enak.” (Muttafaq ‘alaih)
Ternyata minum tiga kali teguk dengan bernafas di luar gelas itu bukan hanya sunnah, tapi juga secara medis membantu tubuh lebih optimal dalam menghidrasi diri. Tidak perlu minum dengan terburu-buru — pelan-pelan saja, sambil menikmati setiap tegukan.
Jangan Meniup Minuman
Saat minuman terlalu panas atau ada serpihan di permukaan, kebiasaan kita adalah meniupnya. Padahal, meniup minuman adalah perbuatan yang dilarang dalam Islam. Alasannya selain tidak higienis, meniup juga termasuk perbuatan yang tidak disukai Allah karena dianggap sia-sia.
Jika minuman terlalu panas, cukup diamkan saja hingga suhunya turun, atau gunakan wadah lain untuk menuang bolak-balik (dikocok). Lebih sabar, lebih sunnah.
Adab Jika Lalat Jatuh ke Minuman
Pernahkah lalat jatuh ke gelas minuman kita? Kebanyakan orang langsung membuang minumannya. Tapi ternyata Rasulullah ﷺ mengajarkan hal yang berbeda. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kalian jatuhkan ke dalam minumannya seekor lalat, hendaklah ia mencelupkan seluruh tubuh lalat tersebut ke dalam minumannya, kemudian membuangnya. Karena pada salah satu sayap lalat terdapat penyakit, dan pada sayap yang lain terdapat obat.” (HR. Abu Dawud no. 3758, dishahihkan Al-Albani)
Sungguh luar biasa — Allah memberikan obat dan penyakit berdampingan pada makhluk yang sering kita anggap menjijikkan. Cukup celupkan seluruh tubuh lalat ke dalam minuman, lalu buang. Tidak perlu membuang minumannya.
Akhiri dengan Memuji Allah
Setelah selesai minum, ucapkan hamdalah. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sesungguhnya Allah ridha terhadap seorang hamba yang menikmati makanan lalu memuji Allah setelahnya, atau meneguk minuman lalu memuji Allah setelahnya.” (HR. Muslim no. 2734)
Bayangkan, hanya karena mengucap hamdalah setelah minum, Allah ridha kepada kita. Masya Allah, begitu murahnya pahala yang Allah sediakan. Cukup ucapkan: “Alhamdulillaah” — segala puji bagi Allah yang telah memberi minuman ini dan merizkikannya tanpa daya dan kekuatan dariku.
Refleksi Saya
Belajar adab minum ini membuat saya sadar: betapa banyak kebiasaan minum saya yang belum sesuai sunnah. Sering minum sambil berdiri, apalagi saat terburu-buru. Kadang meniup minuman panas tanpa pikir panjang. Belum lagi soal lalat — selama ini pasti langsung saya buang minumannya.
Nyatanya, semua adab ini sederhana dan bisa dimulai dari tegukan berikutnya. Minum sambil duduk, baca bismillah, tiga tegukan dengan nafas di luar,akhiri dengan hamdalah — tidak ada yang sulit, hanya perlu dibiasakan. Semoga Allah memberi kita taufik untuk istiqamah mengamalkan sunnah-sunnah kecil ini. Aamiin.
