Dilema Dunia: Nasihat Imam Al-Ghazali tentang Harta yang Fana

Hari ini saya mendengarkan ceramah Ustadz Nuzul Dzikri, Lc. dari YouTube (SalingSapa TV) tentang tema “Dilema Dunia”. Ceramah ini merupakan lanjutan dari series nasihat yang dibawakan dari kitab Ayyuhal Walad (Wahai Anakku) karya Al-Imam Abu Hamid Al-Ghazali, khususnya nasihat ketiga dari Hatim Al-Asam. Saya rangkum pelajaran-pelajaran penting yang bisa diambil.

Nasihat Ketiga Hatim Al-Asam

Al-Imam Hatim Al-Asam berkata:

“Aku melihat setiap orang berusaha sungguh-sungguh untuk mengumpulkan harta dunia, fasilitas-fasilitas dunia. Lalu begitu fasilitas dunia sudah terkumpul, maka banyak orang itu akan menahan, menyimpan, dan menjaga sekuat tenaga. Dia menggenggam fasilitas dunia itu.”

Lalu beliau merenungi firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat 96:

“Apa yang di sisi kalian itu fana, dan apa yang di sisi Allah itu yang akan kekal.”

Kesimpulan beliau: gunakan harta dunia untuk mencari wajah Allah, bagikan kepada fakir miskin, agar menjadi tabungan di sisi Allah SWT.

Dilema Dunia: Nasihat Imam Al-Ghazali tentang Harta yang Fana Lanjutkan membaca

Berita Coding & Web Dev Terbaru (20 Agustus 2026)

Kumpulan berita coding, web dev & AI paling menarik minggu ini. Mulai dari rilis Laravel terbaru, PHP 8.6 Beta, sampai update di dunia AI open source.

1. Laravel 13.26: Read-Through Disks & Debounced Listeners

Laravel merilis versi 13.26 dengan dua fitur menarik. Pertama, Read-Through Disks yang memungkinkan filesystem disk melakukan lazy loading dan caching otomatis — cocok untuk migrasi storage gradual. Kedua, debounced event listeners yang memungkinkan event listener hanya dijalankan setelah jeda waktu tertentu, berguna untuk event yang sering trigger tapi cukup diproses sekali.

Baca selengkapnya di Laravel News →

2. Lerd: Alternatif Open Source Herd untuk Linux & macOS

Lerd adalah tool baru gratis dan open source yang menawarkan pengalaman serupa Herd (environment PHP dari Laravel) tapi bisa jalan di Linux maupun macOS. Bagi developer PHP yang belum mau pakai Herd atau butuh alternatif cross-platform, Lerd layak dicoba.

Baca selengkapnya di Laravel News →

3. PHP 8.6.0 Beta 1 Sudah Tersedia untuk Dites

PHP.net mengumumkan rilis PHP 8.6.0 Beta 1. Ini menandakan PHP 8.6 sudah masuk fase stabilisasi dan siap untuk diuji oleh komunitas. Developer yang ingin mencoba fitur-fitur baru di PHP versi mendatang bisa mulai install sekarang untuk kompatibilitas codebase.

Lihat pengumuman resmi di php.net →

4. Go 1.27 Resmi Dirilis

Go 1.27 dirilis dengan berbagai peningkatan performa dan fitur baru. Rilis Go terbaru ini selalu membawa perubahan yang berdampak pada ekosistem backend dan cloud-native development. Worth dicek kalau kamu pakai Go untuk service atau CLI tools.

Baca announcement di go.dev →

5. Unsloth Dynamic 3.0: GGUF Lebih Cepat untuk Inference AI

Unsloth merilis Dynamic 3.0 GGUFs — format kuantisasi model AI yang lebih cepat dan efisien untuk inference lokal. Ini penting untuk developer yang menjalankan model LLM di perangkat sendiri atau di server dengan sumber daya terbatas. Optimasi di level GGUF bisa bikin perbedaan besar di kecepatan inference.

Pelajari lebih lanjut di Unsloth →

6. OpenRouter Bergabung dengan Stripe

OpenRouter, platform populer untuk akses berbagai model AI dari berbagai provider, diakuisisi oleh Stripe. Ini menarik karena menggabungkan infrastruktur pembayaran global Stripe dengan ekosistem model AI yang luas. Bisa jadi sinyal integrasi AI dan payment makin erat di masa depan.

Baca pengumumann di OpenRouter Blog →

7. Real-Time Data di React: Ring Buffers & OffscreenCanvas

Artikel dari freeCodeCamp membahas teknik untuk menangani data real-time berfrekuensi tinggi di React, menggunakan Ring Buffers untuk manajemen memori efisien dan OffscreenCanvas untuk rendering di luar main thread. Penting untuk dashboard monitoring, visualisasi data, atau aplikasi yang butuh render cepat.

Baca tutorial lengkapnya di freeCodeCamp →

Minggu yang produktif untuk dunia developer. Laravel makin solid dengan 13.26, PHP 8.6 sudah di beta, dan tools AI open source terus berkembang. Selamat coding!

USB4 vs USB-C: Memahami Perbedaan Konektor dan Protokol

Hari ini saya belajar tentang perbedaan mendasar antara USB-C dan USB4 — dua istilah yang sering dipakai bergantian tapi sebenarnya merujuk pada hal yang sangat berbeda. USB-C adalah nama konektor fisik, sedangkan USB4 adalah protokol yang menentukan seberapa cepat data bergerak, seberapa besar daya yang bisa dialirkan, dan apakah video bisa dikirim lewat kabel yang sama. Artikel ini dibuat berdasarkan liputan dari Gadgets Now (Agustus 2026).

Apa Itu USB-C?

USB-C adalah spesifikasi konektor 24-pin yang didefinisikan oleh USB Implementers Forum (USB-IF). Bentuknya oval dan reversible — bisa dicolok dari arah mana saja. Satu konektor ini membawa daya, data, dan sinyal video sekaligus.

Penting untuk dipahami: konektor USB-C sendiri tidak menentukan kecepatan. Sebuah port USB-C di hp budget mungkin hanya mendukung USB 2.0 (480 Mbps), sementara port USB-C di laptop profesional bisa mendukung USB4 (40 Gbps) atau Thunderbolt 4 (40 Gbps). Bentuk fisiknya sama persis — kemampuannya ditentukan oleh protokol yang di-wiring oleh pabrikan di belakang port.

Untuk pengiriman daya, USB Power Delivery (USB PD) 3.1 berjalan melalui USB-C dengan standar terpisah yang bisa mengatur level daya antar perangkat. Profil Extended Power Range pada USB PD 3.1 bisa mengantarkan daya hingga 240W (48V, 5A) — cukup untuk mengisi daya laptop gaming dan monitor besar. Kabel USB-C yang dirating 60W punya konstruksi internal yang berbeda dari yang dirating 240W, meski konektornya identik.

USB4 vs USB-C: Memahami Perbedaan Konektor dan Protokol Lanjutkan membaca