Belajar Dzikir Pagi: Amalan Ringan yang Menghidupkan Hati

Hari ini saya belajar tentang dzikir pagi. Jujur, selama ini saya mengira dzikir pagi itu cuma rutinitas — baca beberapa wirid lalu selesai, tanpa tahu apa makna di baliknya. Ternyata ilmunya dalam sekali. Catatan ini saya rangkum dari kajian Ustadz Abdullah Zaen, Lc., MA dalam serial Fiqih Doa dan Dzikir, plus artikel dari Rumaysho.com.

Kapan Waktunya dan Apa Keutamaannya

Dzikir pagi paling utama dibaca setelah masuk waktu Subuh hingga matahari terbit. Namun boleh juga dibaca sampai matahari bergeser ke barat (mendekati waktu Zhuhur). Saya baru paham bahwa dzikir pagi tidak harus lama — yang penting istiqamah. Ibnu Qayyim dalam kitab Al-Wabilush Shoyyib menyebut dzikir punya lebih dari seratus faedah: mengusir setan, mendatangkan keridaan Allah, menghilangkan kekhawatiran dan kesedihan, menguatkan hati dan badan, bahkan mencerahkan wajah dan hati.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang mengucapkan ‘Subhanallahi wa bihamdihi’ seratus kali dalam sehari, maka kesalahan-kesalahannya dihapuskan walaupun sebanyak buih di lautan” (HR. Bukhari dan Muslim). Subhanallah, amalan yang ringan di lisan ternyata begitu besar di sisi Allah.

Satu Wirid yang Kaya Makna

Dari kajian Ustadz Abdullah Zaen, saya belajar satu wirid pagi yang diajarkan Rasulullah: “Ashbahna wa ashbahal mulku lillah, walhamdulillah, laa ilaaha illallah wahdahu laa syarika lah…” — “Kami telah memasuki waktu pagi dan kekuasaan hanya milik Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya…” (HR. Muslim, dari Ibnu Mas’ud).

Yang menarik, wirid ini mengajarkan etika berdoa: awali dengan pujian kepada Allah, baru sampaikan permohonan. Pujian itu berisi pengakuan atas nikmat-Nya (salah satunya nikmat umur — betapa banyak orang yang tidak sempat menikmati pagi hari ini) dan pengakuan atas keagungan-Nya. Setelah itu barulah kita memohon dua hal: kebaikan secara umum (rizki halal, kesehatan, keharmonisan keluarga, semangat beribadah) dan perlindungan dari keburukan, baik di dunia (dicontohkan dengan kemalasan dan keburukan masa tua) maupun di akhirat (azab neraka dan azab kubur).

Ustadz Abdullah Zaen juga mengingatkan: kemalasan itu berbeda dengan ketidakmampuan. Orang yang malas sebenarnya mampu, tapi enggan melaksanakan. Dzikir pagi seolah menjadi pengingat harian untuk meminta perlindungan dari sifat malas sebelum kita memulai aktivitas.

Merenungkan semua ini, saya makin paham kenapa para ulama menyebut dzikir sebagai makanan hati. Rencana saya: mulai membiasakan dzikir pagi setelah Subuh, pelan-pelan, sambil meresapi artinya — bukan sekadar membaca. Semoga catatan kecil ini bermanfaat untuk kita semua.

9Router: AI Router Gratis untuk Koding — Catatan Riset & Ulasan

Beberapa hari terakhir saya menelusuri tool yang sedang ramai dibicarakan developer: 9Router. Buat yang sering mentok rate limit di tengah sesi koding pakai Claude Code, Codex, atau Cursor, tool ini menarik banget untuk dicoba. Catatan ini adalah rangkuman riset saya: apa itu, cara kerjanya, fitur unggulan, biaya, sampai catatan keamanannya.

Apa itu 9Router?

9Router adalah AI router open-source (lisensi MIT) yang duduk di antara tool coding AI dan penyedia model LLM. Tool coding seperti Claude Code, Codex, Cursor, Cline, GitHub Copilot, Antigravity, sampai OpenClaw cukup diarahkan ke satu endpoint OpenAI-compatible di localhost:20128/v1, dan 9Router yang meneruskan permintaan ke provider pilihan kita — sekaligus menerjemahkan format permintaan (OpenAI ↔ Claude ↔ Gemini ↔ Vertex, dst.) supaya tool apa pun bisa memakai model apa pun.

Proyek ini lahir Januari 2026 dan tumbuhnya luar biasa cepat: per 6 Agustus 2026 sudah sekitar 24,7 ribu bintang GitHub, 4,3 ribu fork, dan masih sangat aktif dikembangkan — rilis terbaru v0.5.35 (16 Juli 2026), push terakhir 5 Agustus 2026. Slogannya singkat: never stop coding.

Kenapa orang pakai 9Router?

Masalah umum yang dijawab tool ini: kuota langganan terbuang percuma, rate limit di tengah kerja, token terbakar oleh output tool (git diff, grep, ls, log), dan biaya API yang mahal. Fitur utamanya:

  • Smart 3-Tier Fallback — rute otomatis Subscription → Cheap → Free. Begitu kuota habis atau error, langsung pindah tier tanpa jeda.
  • RTK Token Saver — kompresi output tool_result sebelum dikirim ke LLM, hemat 20–40% token input per request, tanpa kehilangan konteks.
  • Caveman Mode & Ponytail — memaksa LLM menjawab ringkas (hemat sampai 65% token output) atau menulis kode minimal ala “lazy senior dev” (YAGNI).
  • Multi-account round-robin, auto-refresh token OAuth, quota tracking real-time, request logging, cloud sync, dan usage analytics.

Provider dan biaya

Poin penting: software 9Router gratis selamanya. Yang kita bayar hanyalah provider (kalau memakai yang berbayar). Angka “cost” di dashboard hanya estimasi penanda penghematan — bukan tagihan.

  • Gratis: Kiro AI (~50 kredit/bulan, plus 500 kredit trial untuk akun baru), OpenCode Free (tanpa auth), Vertex AI ($300 kredit akun GCP baru, via endpoint Vertex AI Studio).
  • Murah: GLM ($0,6/1 juta token), MiniMax M2.7 ($0,2/1 juta token), Kimi K2.5 ($9/bulan flat).
  • Langganan: Claude Code Pro/Max ($20–200/bulan), Codex, GitHub Copilot, Cursor.

Kombinasi RTK + Kiro + OpenCode Free bisa membuat biaya $0/bulan sambil tetap hemat token. Tapi ingat, free tier provider bisa berubah sewaktu-waktu — contohnya iFlow, Qwen Code, dan Gemini CLI free tier sudah dihentikan sepanjang tahun 2026.

Cara pasang

  1. npm install -g 9router, lalu jalankan 9router.
  2. Dashboard terbuka di http://localhost:20128.
  3. Hubungkan provider — bisa mulai dari yang gratis (Kiro AI atau OpenCode Free).
  4. Arahkan tool coding ke endpoint http://localhost:20128/v1 + API key dari dashboard.

Selain lokal, bisa di-deploy di VPS, Docker, Cloudflare Workers, bahkan Hugging Face Spaces.

Catatan penting: keamanan

Ini bagian yang membuat saya agak hati-hati. Repo ini punya 19 security advisories (Mei–Juli 2026), termasuk beberapa yang berlabel critical: unauthenticated remote code execution via plugin MCP, pencurian kredensial + pengambilalihan database, hardcoded JWT secret, auth bypass lewat spoofing header (Host, X-Forwarded-For, X-9r-Real-Ip), dan SSRF. Kabar baiknya, tim pengembang merespons cepat dengan rilis beruntun. Saran saya:

  • Selalu pakai versi terbaru (v0.5.35+); jangan pakai versi lama untuk instance yang terhubung internet.
  • Jangan expose dashboard/API ke internet publik tanpa proteksi — untuk akses remote pakai Cloudflare Tunnel atau VPN.
  • Hati-hati paket tiruan: nama npm resmi adalah 9router (tanpa “s”). Paket 9routers sempat dikaitkan dengan laporan kerentanan di database pihak ketiga.

Alternatif

  • LiteLLM — 100+ provider, fokus enterprise, tanpa kompresi token bawaan.
  • OpenRouter — cloud-based, praktis, tapi tanpa fitur hemat token lokal.
  • OmniRoute — 4-tier fallback, 36+ provider.

Dibanding ketiganya, 9Router unggul di sisi local-first, gratis, dan kedalaman fitur penghemat token.

Kesimpulan

9Router menarik untuk developer yang ingin memaksimalkan langganan yang sudah ada atau menekan biaya API sampai nol. Tapi karena riwayat keamanannya sibuk, pakai dengan bijak: update rutin, jangan expose ke publik, dan ingat bahwa memakai langganan IDE untuk memanggil backend lain lewat router bisa melanggar ToS masing-masing tool — 9Router sendiri mengingatkan “mind each tool’s policy”. Untuk catatan pribadi saya: layak dicoba di lingkungan lokal/Docker, tapi belum saya rekomendasikan sebagai gerbang utama menuju production.

Sumber

Berita Coding & Web Dev Terbaru (6 Agustus 2026)

Halo! Kumpulan berita coding, web dev & AI paling menarik minggu ini sudah saya rangkum — dari AI coding agent baru dari Meta, ekstensi Laravel untuk editor Zed, sampai fitur CSS anyar yang mulai didukung browser. Langsung saja, ini delapan berita pilihan untuk para developer.

1. Meta Rilis Muse Code — AI Agent untuk Codebase Besar

Meta memperluas lini produk AI coding-nya dengan Muse Code, sebuah AI agent yang diklaim mampu menangani tugas kompleks pada codebase besar, bersamaan dengan pembaruan Muse Spark ke versi 1.2. Berita ini cukup ramai diperbincangkan di Hacker News dengan 178 poin, menandakan banyak developer yang menaruh perhatian pada tren AI coding agent. Sumber: TechCrunch — Meta launches Muse Code, an AI agent for large code bases.

2. Ekstensi Laravel Resmi untuk Editor Zed: LSP PHP & Blade

Laravel kini punya ekstensi resmi untuk editor Zed yang menghubungkan Laravel Language Server (LSP), lengkap dengan autocompletion, hover, diagnostics, dan code actions di file PHP maupun Blade. Buat yang selama ini penasaran mencoba Zed sebagai alternatif VS Code, ini alasan yang bagus untuk mulai migrasi. Sumber: Laravel News — Official Laravel Zed Extension: LSP for PHP & Blade.

3. CSS Gap Decorations Kini Tersedia di Browser

Fitur gap decorations di CSS akhirnya didukung penuh di Chrome dan Edge mulai versi 149, sehingga memberi gaya pada celah (gap) antar baris atau kolom grid jadi jauh lebih mudah dan terkontrol — misalnya untuk membuat garis pemisah antar kolom tanpa elemen tambahan. Ini salah satu fitur CSS yang paling ditunggu-tunggu tahun ini. Sumber: CSS-Tricks — Gap Decorations Are Now Available, Here’s What’s New.

4. PHP 8.6.0 Alpha 3 dan Rilis Pemeliharaan Bulanan

PHP 8.6.0 Alpha 3 resmi tersedia untuk diuji, bersamaan dengan rilis pemeliharaan 8.5.9, 8.4.24, 8.3.33, dan 8.2.33. Buat yang ingin mencicipi fitur-fitur baru PHP 8.6 sebelum rilis final, ini waktu yang tepat untuk ikut menguji dan melaporkan bug. Sumber: php.net — PHP 8.6.0 Alpha 3 available for testing.

5. Neon Klaim Retrieval 100x Lebih Murah dengan Open Model

Tim Neon (perusahaan di balik Postgres cloud) melalui proyek Castform mengklaim berhasil mengalahkan model frontier GPT-5.6 Sol pada tugas retrieval dengan biaya 100x lebih murah menggunakan open model. Buat yang sedang membangun aplikasi RAG dan memikirkan efisiensi biaya, klaim ini layak disimak — artikelnya juga naik ke posisi 226 poin di Hacker News. Sumber: Neon — Beating GPT-5.6 Sol on retrieval with 100x cheaper open models.

6. Kursus Gratis: Claude Code dari Nol sampai Mahir

freeCodeCamp merilis kursus lengkap di kanal YouTube mereka yang membawa pemula dari nol hingga mahir menggunakan Claude Code — mulai dari otomasi workflow development sampai fitur-fitur agentic-nya. Gratis dan langsung praktik, cocok buat yang ingin memanfaatkan AI coding assistant secara lebih serius. Sumber: freeCodeCamp — Claude Code Full Course.

7. Belajar Cara Kerja htmx dengan Membangun Ulang dari Nol

Serge Zaitsev, kreator htmx, menulis artikel “Let’s Make the Worst htmx Ever” — sebuah eksperimen membangun ulang esensi htmx dari nol sebagai cara yang menyenangkan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Artikel ini muncul di JavaScript Weekly edisi #797, bersama kabar rilis Next.js 16.3 yang juga patut dicek. Sumber: JavaScript Weekly #797 — Reimplementing htmx from scratch.

8. PhpStorm 2026.2 Rilis dengan Laravel Tool Window

JetBrains meluncurkan PhpStorm 2026.2 dengan sejumlah pembaruan menarik: Laravel tool window baru, atribut FileReference untuk PHP, dukungan pipe operator PHP 8.5, dan agent skills manager. Buat pengguna setia PhpStorm, update ini layak segera dipasang. Sumber: Laravel News — PhpStorm 2026.2 Released.

Itu dia delapan berita pilihan minggu ini. Menurut saya yang paling menarik untuk diikuti adalah tren AI coding agent yang makin panas (Muse Code dan Claude Code) serta perkembangan ekosistem Laravel yang makin matang. Kalau ada yang menurutmu terlewat, tulis di komentar ya. Sampai jumpa di rangkuman minggu depan!