Belajar AI #23: Proyek Kecil — Klasifikasi dengan Python dari Nol sampai Akurasi

Teori sudah berhimpun di 22 episode pertama. Sekarang saatnya bukti: satu proyek kecil, dari nol sampai model menghasilkan angka akurasi. Saya pilih dataset iris — klasik, kecil, dan bisa dijalankan di laptop apa pun tanpa GPU. Tujuannya bukan angka akurasi setinggi mungkin, tapi membiasakan otot alur kerja ML: load data, split, train, evaluasi. Kalau Anda belum pernah menyelesaikan satu siklus penuh, episode ini teman yang pas.

Rencana Proyek

  • Dataset iris: 150 sampel bunga, 4 fitur (panjang/lebar sepal & petal), 3 kelas.
  • Model: RandomForestClassifier — kuat, minim tuning, cocok untuk baseline.
  • Metrik: accuracy plus classification report per kelas.
  • Semua dalam satu file Python yang bisa dijalankan ulang kapan saja.

Kode Lengkap

from sklearn.datasets import load_iris
from sklearn.model_selection import train_test_split
from sklearn.ensemble import RandomForestClassifier
from sklearn.metrics import accuracy_score, classification_report

# 1. Load data
iris = load_iris()
X, y = iris.data, iris.target

# 2. Train/test split
X_train, X_test, y_train, y_test = train_test_split(
    X, y, test_size=0.2, random_state=42, stratify=y
)

# 3. Train
model = RandomForestClassifier(n_estimators=100, random_state=42)
model.fit(X_train, y_train)

# 4. Evaluasi
y_pred = model.predict(X_test)
print("Akurasi:", accuracy_score(y_test, y_pred))
print(classification_report(y_test, y_pred, target_names=iris.target_names))

importance = dict(zip(iris.feature_names, model.feature_importances_.round(3)))
print("Feature importance:", importance)

Jalankan dengan python klasifikasi_iris.py. Di mesin saya hasilnya akurasi tinggi di kisaran 90%+ — wajar untuk dataset semudah iris; jangan jadikan ini tolok ukur kesulitan ML.

Kenapa Tiap Langkah Penting

  • random_state tetap: supaya hasil reproducible — versi “seed” dunia ML.
  • stratify=y: proporsi kelas di train dan test tetap seimbang.
  • test_size=0.2: 80/20 adalah titik awal umum untuk dataset kecil.
  • Evaluasi di test set terpisah: menilai model dari data latihnya sendiri itu seperti ujian dengan kunci jawaban di tangan.

Eksperimen Lanjutan

Setelah baseline jalan, coba variasikan untuk merasakan pengaruh tiap keputusan:

  • Ganti model ke LogisticRegression atau KNeighborsClassifier, bandingkan akurasinya.
  • Hapus stratify=y dan lihat efeknya pada laporan per kelas.
  • Gunakan cross_val_score(model, X, y, cv=5) untuk evaluasi yang lebih stabil daripada satu split.
  • Cek confusion matrix dengan confusion_matrix(y_test, y_pred).
LangkahFungsi scikit-learnPeran
Load dataload_iris()Ambil fitur & label
Splittrain_test_split()Pisahkan data latih & uji
Trainmodel.fit()Belajar pola dari data latih
Evaluasiaccuracy_score()Ukur performa di data uji

Yang paling terasa dari proyek kecil ini: siklusnya pendek, umpan balik cepat, dan konsep-konsep episode sebelumnya (split, overfitting, metrik) akhirnya terasa nyata. Dari sini naik kelasnya tinggal ganti dataset — misalnya data tabular sendiri dari pekerjaan sehari-hari — dan alurnya persis sama.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses