Perbandingan Model AI 2026: Thinking vs Non-Thinking, Multimodal, dan Harga API

Sebagai developer dan peneliti AI, kita kini hidup di era di mana jumlah dan jenis model bahasa besar (LLM) yang tersedia bagi pengguna biasa semakin berlimpah. Setiap bulan, vendor seperti OpenAI, Anthropic, Google, dan lainnya merilis model baru yang menambah kebingungan pilihan. Tapi tidak semua model sama, ada yang fokus pada reasoning, ada yang multimodal, dan ada yang sekadar inginkan solusi yang cepat dan hemat — tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan.

Pada Agustus 2026, kami telah mengumpulkan data terbaru dari dokumentasi resmi masing-masing vendor — termasuk repositori ai-pricing yang di-audit pada 5 Agustus 2026 — untuk memberi Anda gambaran jelas tentang:

  • Apa perbedaan thinking mode dan non-thinking mode?
  • Model-model dengan kemampuan vision, audio, dan tool use?
  • Tabel harga API paling akurat hingga kini — lengkap dengan sistem tarif peak/off-peak dari DeepSeek.

Ikuti selanjutnya!


Apa Itu “Thinking Mode”?

Thinking Mode (juga disebut reasoning atau extended thinking) adalah kemampuan model untuk menghasilkan rantai-poin pikir (chain-of-thought) internal sebelum memberikan jawaban akhir. Ini meniru cara manusia “memikirkan dua kali sebelum bertanya”.

Model dengan thinking mode biasanya:

  • Menghasilkan kualitas yang jauh lebih baik pada tugas matematis, kode, dan logika kompleks.
  • Memiliki latensi yang jauh lebih tinggi (sering 10-an detik atau lebih).
  • Menghitung token “pikiran” sebagai bagian dari output — artinya, Anda membayar untuk proses berpikir internal model.

Non-Thinking Mode adalah model yang menjawab langsung, lebih cepat, dan lebih murah. Cocok untuk tugas rutin, ringan, atau percakapan.

AspekThinking ModeNon-Thinking Mode
LatensiTinggi (detik ke-10-an)Rendah (detik pertama)
BiayaLebih mahalLebih murang
Kualitas jawabanUnggul pada matematika, coding, logikaBaik untuk tugas umum
Token yang dihitungInput + Output (termasuk “pikiran”)Hanya Input + Output
Model contoho1, o3-mini, DeepSeek R1, Qwen3-ThinkingGPT-4o, GPT-4.5, Claude Sonnet, Grok

Kemampuan Multimodal (Vision, Audio, Tool)

Beberapa model mendukung lebih dari sekadar teks — mereka dapat memproses gambar, audio, file, dan bahkan menggunakan alat eksternal (tool use).

Vision (Gambar → Teks)

ModelKemampuan
GPT-4o / GPT-4o-mini✅ Gambar input/output, edisi, analisis
GPT-Image-2✅ Generasi & pengeditan gambar tingkat lanjut
Gemini 3.1 Pro✅ Visi multimodal terintegrasi
Qwen3-VL-235B✅ Visi kuat untuk dokumen & gambar kompleks
Pixtral Large (Mistral)✅ Model vision open-weight dari Mistral

Audio (Suara → Teks / Teks → Suara)

ModelKemampuan
GPT-Realtime-2.1 / 2✅ Input & output audio real-time
GPT-Audio-1.5✅ Speech-to-text + text-to-speech
GPT-4o-mini-TTS✅ TTS ringan
Whisper (OpenAI)✅ Transkripsi audio
ElevenLabs API✅ TTS realistis

Tool Use / Agentis

ModelKemampuan
Claude Fable 5✅ Tool use canggih, retrieval, coding
GPT-5.6 Sol✅ Tool use + reasoning lanjut
Grok 4.6✅ Tool use, file input, coding
Qwen3-235B✅ Mode beralih thinking/non-thinking + tool use
Command A (Cohere)✅ Fokus enterprise & RAG

Tabel Harga API (per 1M Token USD)

Catatan penting: Harga dapat bervariasi tergantung provider (OpenRouter, Groq, DeepInfra, dll). Angka di bawah ini merupakan harga resmi dari vendor utama atau rata-rata pasar terendah pada Agustus 2026.

OpenAI

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
GPT-5.6 Sol$5.00$30.00Frontier model
GPT-5.6 Terra$2.50$15.00Versi menengah
GPT-5.6 Luna$1.00$6.00Versi hemat
GPT-5.5 Pro$30.00$180.006x lipat dari non-Pro
GPT-4o$2.50$10.00Umum, cepat
GPT-4o-mini$0.15$0.60Ringan
GPT-Realtime-2.1$4.00$24.00Audio real-time

Anthropic

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Claude Fable 5$10.00$50.00Termahal, performa tertinggi
Claude Opus 5$5.00$25.00Setengah harga Fable 5
Claude Sonnet 4.6$2.00$10.00⚠️ OpsionalExtended thinking tersedia
Claude Haiku 4.5$1.00$5.00Cepat dan hemat

Google Gemini

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Gemini 3.1 Pro$2.00$12.00Termasuk Deep Think (bisa lebih mahal)
Gemini 3.6 Flash$1.50$7.50Performa tinggi, biaya rendah
Gemini 3.5 Flash-Lite$0.30$2.50Hemat, cocok untuk skala besar
Gemini 2.5 Pro$1.25$10.00Legacy, masih tersedia
Gemini 2.0 Flash$0.10$0.40Murah, umum

DeepSeek (China)

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
DeepSeek V4 Flash~$0.28~$1.32Naik setelah 16 Agustus
DeepSeek V4 Pro~$1.74~$3.9634x lebih murah dari Claude di input
DeepSeek V3$0.14$0.28Legacy
DeepSeek R1$0.55$2.19Fokus pada reasoning

Qwen (Alibaba)

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Qwen3-235B-A22B~$0.20~$0.60Mode beralih, MoE 235B
Qwen3-VL-235B-Thinking$0.45$3.49Visi + thinking
Qwen3-235B-Instruct~$0.20~$0.60Non-thinking
Qwen3-32B~$0.15~$0.30⚠️ OpsionalRingan

Grok (xAI / SpaceXAI)

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Grok 4.6$2.00$6.00Frontier model, 500K konteks
Grok 4.3$1.25$2.50Versi lebih hemat
Grok 4.20$1.25$2.50Reasoning tinggi
Grok 4.1 Fast$0.20$0.50Ringan

Mistral AI (Prancis)

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Mistral Large 3$0.50$1.50Open weights, EU residency
Mistral Medium 3.5$1.50$7.50Seimbang kualitas/harga
Codestral 2508$0.30$0.90Fokus kode
Pixtral Large$2.00$6.00Vision

Kimi / Moonshot & Phi (Microsoft)

ModelInput ($/1M)Output ($/1M)Thinking ModeCatatan
Kimi K3$3.00$15.00Flagship, 1M konteks
Kimi K2.6$0.95$4.00Umum
Phi-4$0.07$0.14Ringan, on-device

Catatan Penting: Peak / Off-Peak Pricing dari DeepSeek

DeepSeek adalah produsen pertama yang memperkenalkan sistem tarif bergumuru — tempat biaya bergantung pada waktu permintaan dikirimkan.

  • Peak hours: 01:00–04:00 UTC & 06:00–10:00 UTC
  • Off-peak: Semua sisa waktu
  • Mulai 16 Agustus 2026, tarif naik secara signifikan:
ModelPeak InputOff-Peak InputPeak OutputOff-Peak Output
DeepSeek V4 Flash$0.28$0.14$1.32$0.66
DeepSeek V4 Pro$1.74$0.87$3.96$1.98

Rekomendasi Berdasarkan Kebutuhan

KebutuhanModel Rekomendasi
Coding asisten + reasoningGPT-5.6 Sol / Claude Fable 5 / Grok 4.6
Chatbot ringan (hemat)GPT-4o-mini / Gemini 3.5 Flash-Lite / DeepSeek Flash
Analisis gambar/dokumenGPT-4o / Gemini 3.1 Pro / Qwen3-VL
Riset ilmiah/matematiko1 / o3-mini / Claude Opus 5 / DeepSeek Pro
Agentis multitoolClaude Fable 5 / GPT-5.6 Sol / Command A
Hosting lokalLlama 4 / Qwen3 / Mistral Large 3 (open weights)

Sumber

Dokumen ini disusun berdasarkan data publik dan dokumentasi resmi. Harga dan ketersediaan model dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Berita Coding & Web Dev Terbaru (13 Agustus 2026)

Kumpulan berita coding, web dev & AI paling menarik minggu ini (Kamis, 13 Agustus 2026). Dari rilis Laravel 13.25, TypeScript 7, DeepSeek V4 Pro, sampai peringatan keamanan supply-chain. Berikut 8 yang paling worth-it buat developer.

1. Laravel 13.25: Pause Semua Queue + UI Baru artisan dev

Laravel rilis minor 13.25 dengan tambahan yang menyenangkan buat developer. Kali ini ada perintah queue:pause --all yang bisa menjeda semua queue di semua koneksi sekaligus — berguna saat ada deploy atau maintenance. Selain itu, perintah artisan dev kini berjalan di tabbed terminal UI yang lebih rapi, dan route kini bisa langsung mengembalikan gambar.

Sumber: Laravel News

2. TypeScript 7 Diklaim 10x Lebih Cepat

Anders Hejlsberg mendemokan TypeScript 7 yang konon punya speedup 10x dibanding versi sebelumnya. Kabar ini jadi topik hangat di JavaScript Weekly. Buat proyek besar yang kompilasinya pelan, ini kabar yang sangat ditunggu-tunggu komunitas JS.

Sumber: JavaScript Weekly #796

3. DeepSeek V4 Pro 0813 Rilis — Model Open Source Terbaru

DeepSeek merilis V4 Pro 0813, model open source terbaru mereka yang langsung ramai dibahas (951 poin di Hacker News). Seperti rilisan DeepSeek sebelumnya, kehadirannya menarik perhatian karena performa kompetitif dengan biaya yang cenderung lebih rendah, dan kini sudah tersedia lewat API.

Sumber: OpenRouter

4. Grok 4.6 Rilis, Skor 61 di Artificial Analysis Index

xAI meluncurkan Grok 4.6 yang mencatat skor 61 pada Artificial Analysis Intelligence Index. Rilis ini menjadi salah satu perbincangan terbesar minggu ini (569–575 poin HN), termasuk analisis benchmark yang membedah kekuatan dan kelemahannya dibanding model lain.

Sumber: Artificial Analysis

5. ChatGPT Desktop (Codex Desktop) Kini Tersedia untuk Linux

Kabar baik buat developer Linux: aplikasi desktop ChatGPT/Codex kini tersedia untuk Linux. Banyak developer yang selama ini memakai Codex CLI lewat terminal kini bisa mencoba pengalaman desktop native. Menjadi salah satu topik developer tools paling dibicarakan pekan ini.

Sumber: OpenAI Codex

6. Watermark Baru Anthropic Bikin Pengguna Claude Geram

Anthropic memperkenalkan sistem watermarking baru pada Claude yang ramai diprotes pengguna. Banyak yang khawatir watermark ini akan “ketahuan” saat mereka pakai Claude untuk keperluan kerja atau tugas kuliah. Ini jadi pengingat penting soal kebijakan AI, privasi, dan pro/kontra pendeteksian konten.

Sumber: TechCrunch

7. Terabyte Kredensial Bocor dalam Serangan Supply-Chain

Ada peringatan keamanan serius pekan ini: terabyte kredensial bocor lewat serangan supply-chain yang menyasar sebuah package AI yang disusupi. Datanya disisir dan dieksfiltrasi dari 2.500 pengguna. Cocok jadi pengingat untuk periksa keamanan dependency dan supply-chain di proyek kamu.

Sumber: Ars Technica

8. Laracon US 2026: Semua Pengumuman Penting

Buat pengguna Laravel, Laracon US 2026 baru saja berlangsung dan menghasilkan banyak pengumuman — mulai dari fitur baru, tooling, sampai arah pengembangan framework ke depan. Kalau sempat, artikel rekap ini wajib dibaca biar nggak ketinggalan.

Sumber: Laravel Blog

Itu dia delapan berita paling menarik pekan ini buat developer. Mana yang paling bikin kamu penasaran? Sampai jumpa di kumpulan berita minggu depan!

Belajar Laravel #1: Persiapan & Instalasi — PHP, Composer, dan Project Pertama

Hari ini aku mulai seri baru di blog ini: Belajar Laravel. Rencananya 25 episode, dari nol sampai bisa membuat aplikasi web lengkap — sebuah Sistem Informasi sederhana dengan stack yang sengaja kubuat “bersahaja”: jQuery, Bootstrap, MySQL, dan Blade murni. Aku tidak memakai tool bantu populer yang bisa menyembunyikan cara kerja aslinya, karena tujuanku satu: paham benar bagaimana request masuk, bagaimana Blade merender HTML, dan bagaimana query sampai ke MySQL. Catatan ini kutulis sambil belajar, jadi kalau ada bagian yang terasa membingungkan — tenang, memang begitulah rasanya belajar.

Kenapa Laravel?

Sebelum ngoding, aku sempat bertanya: kenapa harus Laravel, bukan framework lain? Alasanku kurang lebih begini:

  • Paling populer di ekosistem PHP — banyak dipakai perusahaan, jadi banyak lowongan yang butuh skill ini.
  • Pola MVC — kode dipisah rapi: Controller untuk logika, Model untuk data, View untuk tampilan. Lama-lama ini terasa menyehatkan, apalagi kalau project mulai besar.
  • Dokumentasi dan komunitas besar — nyaris semua error yang kuhadapi sudah pernah dialami orang lain, dan jawabannya mudah ditemukan.
  • Artisan — command line tool bawaan yang mempercepat kerja rutin seperti membuat controller, migration, sampai menjalankan server.

Intinya: Laravel memberi struktur tanpa memaksa kita menulis semuanya dari nol, tapi tetap cukup “telanjang” untuk kita pelajari apa yang terjadi di balik layar.

Prasyarat: PHP & Composer

Laravel berjalan di atas PHP, jadi syarat pertama adalah PHP terpasang. Pastikan versi PHP-mu memenuhi syarat minimum yang tercantum di dokumentasi resmi Laravel — jangan asal pakai versi lawas, karena fitur framework terbaru biasanya butuh versi PHP tertentu. Cara mengeceknya:

php -v
composer --version

Composer adalah manajer dependensi untuk PHP — kurang lebih seperti npm di dunia JavaScript. Lewat Composer-lah Laravel diunduh dan semua paket bawaannya dikelola. Kalau perintah composer tidak dikenali, biasanya PATH-nya belum ditambahkan ke sistem; ini salah satu hambatan pertama yang umum terjadi di Windows.

Environment Lokal

Untuk belajar, kita cukup butuh lingkungan lokal yang berisi PHP, Composer, dan MySQL. Pilihannya tergantung sistem operasi:

  • WindowsXAMPP paling umum dipakai pemula karena satu paket: PHP, MySQL, dan Apache. Alternatif yang lebih ringan dan cepat: Laragon.
  • macOSLaravel Valet atau Laravel Herd; ringan, tanpa panel berat, cocok untuk development sehari-hari.
  • Linux — install PHP dan Composer langsung dari package manager.

Yang penting diingat: apapun pilihannya, kebutuhan intinya sama — PHP, Composer, dan MySQL. Jangan terjebak terlalu lama memilih-milih tool; pakai yang paling cepat jalan di mesinmu.

Membuat Project Laravel

Setelah PHP dan Composer siap, membuat project Laravel baru cuma satu perintah:

composer create-project laravel/laravel nama-project
cd nama-project

Catatan jujur: proses pertama kali bisa terasa lama karena Composer mengunduh ratusan paket. Layar terlihat “diam” lama — itu normal, bukan hang. Setelah selesai, struktur folder di dalam project kira-kira begini (versi singkat):

  • app/ — kode inti aplikasi: Models, Controllers di app/Http/Controllers.
  • routes/routes/web.php adalah “pintu masuk” semua request dari browser.
  • resources/views/ — file tampilan Blade (HTML).
  • database/migrations/ — skema tabel dalam bentuk kode.
  • public/ — satu-satunya folder yang “dilihat” web server; index.php ada di sini.
  • .env — konfigurasi (database, APP_KEY).

Menjalankan Server

Laravel punya server bawaan untuk development, dijalankan lewat Artisan:

php artisan serve

Setelah itu buka http://127.0.0.1:8000 — kalau muncul halaman selamat datang Laravel, berarti project-mu sudah hidup. Dua hal yang sering kuhadapi di tahap ini: pesan minta APP_KEY di .env (biasanya sudah ter-generate saat create-project; kalau belum, jalankan php artisan key:generate), dan port 8000 yang sudah dipakai aplikasi lain — ganti dengan php artisan serve --port=8080.

Kesalahan yang Umum

  • Versi PHP terlalu tua — cek php -v, lalu samakan dengan syarat minimum di dokumentasi resmi.
  • Composer tidak dikenali — PATH belum diatur; cari “add Composer to PATH” saat instalasi.
  • Ekstensi PHP kurang — misalnya mbstring atau openssl; aktifkan di php.ini atau panel XAMPP/Laragon.
  • Lupa perbedaan folder — aku sering bingung “file mana yang harus diutak-atik”. Di episode-episode awal, 90% waktu kita habis di routes/, app/Http/Controllers, dan resources/views.

Kesimpulan

Di episode ini kita sudah punya project Laravel yang berjalan di browser. Bagian yang paling membingungkan bagiku di awal ternyata bukan sintaks, tapi peta mental: “request masuk lewat mana, lalu ke mana?” Jawaban singkatnya: browser → routes/web.php → Controller → View. Di episode berikutnya kita akan membedah alur itu satu per satu: routing dan controller pertama.

Sumber