Mawaddah Warahmah: Cinta Sejati Datang Setelah Nikah

Tulisan ini adalah catatan belajar lanjutan dari seri Ngaji Jomblo. Pada dua catatan sebelumnya saya mencatat soal tujuan menikah — bahwa nikah adalah ibadah yang paling lama dan sarana kaderisasi umat — lalu soal persepsi: nikah harus dipandang sebagai ibadah, dan pasangan adalah pelengkap (aswaj) yang membuat kita merasa sakinah. Kali ini pembahasannya sampai pada bagian yang paling ditunggu banyak orang: soal cinta. Dari episode keempat, Nikah 102, saya belajar sesuatu yang mengubah cara saya memandang romantisme pernikahan: cinta dalam rumah tangga ternyata terdiri dari dua kata yang berbeda makna — mawaddah dan rahmah — dan keduanya adalah buah dari sakinah yang Allah turunkan. Di episode ketujuh belas yang berbentuk sesi tanya jawab, urusan ini dituntaskan: cinta sejati justru datang setelah nikah, bukan sebelumnya.

Mawaddah Warahmah: Cinta Sejati Datang Setelah Nikah Lanjutkan membaca

Nikah Itu Ibadah, Bukan Romantisisme — Ubah Persepsi Dulu

Setelah di bagian pertama kita membahas kenapa menikah — bahwa pernikahan adalah ibadah dan tujuannya harus jelas sebelum melangkah — kajian Ngaji Jomblo kali ini mundur selangkah lagi ke hal yang paling mendasar: persepsi. Ustadz Felix Siauw membuka episode kedua dengan tegas: persepsi menentukan segala-galanya. Sebelum membahas cara mencari pasangan, cara taaruf, atau cara meyakinkan orang tua, kita harus bereskan dulu bagaimana kita memandang pernikahan itu sendiri. Lalu di episode ketiga, beliau mengupas apa sebenarnya nikah itu menurut Al-Quran — konsep aswaj dan sakinah.

Nikah Itu Ibadah, Bukan Romantisisme — Ubah Persepsi Dulu Lanjutkan membaca

Mencari Pasangan? Kenali Dulu Tujuan Nikahmu

Hari ini saya ingin membagikan catatan dari kajian Ngaji Jomblo karya Ustadz Felix Siauw, khususnya dua bagian pembuka yang menurut saya paling menentukan: episode pertama tentang mencari pasangan, dan episode kelima tentang makna pernikahan. Dua episode ini seperti fondasi. Kalau fondasi salah, semua lantai di atasnya ikut miring — termasuk pilihan pasangan, cara taaruf, sampai cara kita membina rumah tangga.

Mencari Pasangan? Kenali Dulu Tujuan Nikahmu Lanjutkan membaca